ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Monday, August 15, 2011

Bintangpun ikut menangis #2

Photobucket
Aku bintang yang bertaburan di langit. Aku bersama jutaan bintang di langit selalu memandang ke bumi. Dari atas, kulihat apa yang terjadi di bumi. Ya, entah siang atau malam mataku tak pernah lelah dan jemu memandang apa yang dilakukan oleh manusia.

Malam ini masih saja kulihat para tuna wisma yang masih berjalan mencari tempat bermalam. Kulihat ada juga yang sudah tertidur pulas. Rata-rata mereka semua berusia lanjut. Dalam hatiku aku bertanya. Tidakah mereka tak punya sanak saudara? Kemana anak atau cucu mereka berada? Ataukah mungkin mereka hanya sebatang kara? Diusir dan tak diakui keluarga?
Tak terasa air mataku menetes, disaat orang lain tidur dengan penuh kehangatan, berkumpul bersama keluarga. Mereka kedinginan, tidur dengan alas seadanya,beratapkan bintang dan kesunyian malam yang menemani.

Semua orang berkeinginan menikmati masa tua dengan duduk dan diam di rumah, menikmati apa yang telah diperolehnya selama ini. Tetapi tidak bagi para tuna wisma, para gelandangan, diusianya yang lanjut mereka tetap bekerja, mereka tetap berjuang sendirian. Berpindah satu tempat ke tempat lainnya, rasanya entah sampai kapan mereka akan lakukan.

Sebuah toko dengan para gelandangan dan tuna wisma yang numpang tidur di depan toko. Sungguh pemandangan yang nyata, bukti sebuah kesenjangan sosial yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Aku hanya bisa memberikan cahayaku yang selalu menemani kalian di waktu malam. Aku akan menjadi atap yang indah buat kalian.

Beruntunglah kita yang masih punya orang tua, sanak saudara serta tempat tinggal. Walaupun tempat tinggalnya seadanya tetaplah mengucap syukur. Jika sampai hari ini kita belum bisa membahagiakan orang tua, buatlah kehadiran kita menjadi berarti bagi mereka mulai detik ini. Buatlah orang-orang yang ada di sekitar kita merasa senang akan kehadiran kita. Kita beruntung karena masih ada orang-orang yang ada di sekitar kita dan syukurilah itu.
-siGal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti