ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Saturday, August 6, 2011

Menunjuk hidung sendiri

Menunjuk orang lain itu terasa mudah...
Dengan jari...
Dengan perkataan...
Lewat amarah...
Lewat rasa iri dan cemburu...
Sungguh serasa kita sendiri yang paling benar...
Dan paling berkuasa...

Dengan mudah kita berkata-kata...
"ah bodoh sekali itu orang..."
"masak mengerjakan itu saja tak bisa..."
"cerewet sekali orang itu..."
"ya...orang itu memang egois dan sok pinter..."
"eh, jangan percaya dan dekat dengan orang itu..."
dan masih banyak lagi...
Ungkapan yang sering menandakan kita sendirilah yan paling benar...

Sebuah jari telunjuk yang mudah terarah pada orang lain...
Namun jarang diarahkan pada diri sendiri...
Padahal apa yang diarahkan ke orang lain...
Belum tentu kita lebih baik dari orang itu...

Sebuah perkataan yang terlanjur keluar...
Tak mungkin dapat ditarik lagi...
Selalu ada luka tersisa di hati...
Dengan mudah kita mencibir orang...
Dengan mudah kita meluapkan emosi dengan kata-kata kasar...
Dengan mudah kita cepat menunjuk kesalahan orang lain...
Dengan mudah kita "menelanjangi" mereka di depan umum...

Sering kita berkata : Tuhan ampunilah mereka, sebab mereka tak tahu apa yang mereka perbuat..

Jarang berkata pada diri sendiri :
"Tuhan, ampunilah aku, sebab aku tahu apa yang kuperbuat itu salah."
Namun masih terus saja mengulanginya."

Minta maaf...
Menyesal...
Itupun jika sadar dan menyadari...
Jika tidak kita masih selalu menunjuk hidung orang lain dengan mudah...
-siGal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti