ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Sunday, October 23, 2011

cermin yang retak

Cobalah engkau berkaca pada cermin yang retak.
Engkau akan menjumpai banyak sekali potongan wajah yang sama dalam setiap cermin yang retak.
Hanya saja setiap potongan cermin yang retak tak kan mampu menampilkan gambaran dirimu yang utuh, seperti engkau bercermin pada cermin yang utuh.

Pribadi kita yang utuh akan nampak kala kita bercermin.
Saat suasana hati senang, mau pergi, mau menerima kunjungan orang, semuanya menyempatkan waktu untuk bercermin.
Jarang ada orang menangis sambil lihat cermin.
Yang ada malah banting cermin.
Pribadi kita memang tampak utuh dari luar, namun terkadang sangat rapuh dalamnya.
Terkena sengolan, kritikan, omongan, masalah, dapat langsung retak bahkan hancur berkeping-keping seperti cermin.
Cermin yang retak memang tak dapat diperbaiki seperti semula.
Namun potongan cermin yang retak masih bisa digunakan untuk berkaca.
Walaupun tak dapat melihat seutuhnya, hanya bagian kecil saja.
Rasa kekecewaan itu juga seperti potongan cermin yang retak. Hanya bagian kecil saja, janganlah menjadikan setiap potongan-potongan itu semua rasa kecewa.
Masih banyak dan jauh lebih banyak hal-hal baik yang ada di dalam diri kamu.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti