ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Monday, October 31, 2011

Pulang ke rumah

Twilight Safa

Setiap pribadi yang lagi berpergian jauh ingin selalu pulang ke "rumah". Rumah yang bukan sekedar bangunan fisiknya saja. Rumah yang bukan sekedar merasakan empuk dan hangatnya kasur. Rumah yang bukan sekedar enaknya masakan ibu kita. Rumah yang bukan hanya berisi benda-benda kenangan. Tetapi sebuah rumah dimana kita selalu di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayangi dan memperhatikan kita.

Sebuah rumah dimana kita merasakan kehangatan, merasakan indahnya sebuah kebersamaan. Setiap orang mungkin, mempunyai satu rumah dalam arti fisik bangunan. Tetapi mereka belum tentu mempunyai arti sebuah "rumah." Rumah megah dan mewah tetapi tanpa ada rasa nyaman, tanpa ada kehadiran orang-orang yang begitu memperhatikan dan menyayangi kita tentu apalah artinya.

Rumah reyot dengan berdindingkan anyaman bambu, tetapi di tempat itu ada rasa nyaman, ada rasa kehangatan, dimana orang saling memperhatikan dan menyanyangi satu sama lain tentu orang lebih memilih suasana itu.
Tempat di mana kita berada, saat orang-orang begitu memperhatikan dan menyangi kita. Tempat di mana kehadiran kita membawa arti bagi orang-orang di sekitar kita, merupakan sebuah rumah yang selalu dikangenin untuk selalu ingin segera cepat pulang.

Rumah itu bisa ada dalam keluarga kita, rumah itu bisa ada dalam hubungan persahabatan, rumah itu ada dalam sebuah organisasi, rumah itu ada dalam dunia kerja, dan selalu ada di tempat-tempat lain. Ibarat sebuah siput yang kemana-mana selalu membawa rumah. Sudah kita membawa rumah yang berisi keceriaan, perhatian, pengertian, kasih sayang, pengorbanan, saling memaafkan? Ataukah kehadiran kita selama ini, di tempat-tempat yang kita singgahi justru membawa kemuraman orang-orang di sekitar kita?

Mungkin saat ini ada yang lelah karena terlalu lama meninggalkan "rumah," cepatlah pulang kembali ke rumahmu masing-masing. Lihatlah dari jauh bapak, ibu, adik, kakak, sahabatmu sudah berlari-lari menyambut kedatanganmu.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti