ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Wednesday, October 2, 2013

Cerita Bergambar Santa Theresia Kanak-kanak Yesus


Santa Theresia dari Lisieux

 
Santa Theresia dari Lisieux, terkenal sebagai “Theresia yang kecil. Dan di negerinya sendiri, yaitu dari Perancis, santa Theresia disebut : Sainte Therese de I’Enfant Jesus. Artinya : Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus.
Therese Martin, demikian nama kecilnya. Saat masih kecil ibunya sudah meninggal dunia, karena itu ia selalu dimanjakan oleh bapaknya.  Meskipun begitu anak itu tidak pernah merengek-rengek.
Ayah Martin adalah seorang yang beriman teguh. Maka anak-anaknya didiknya sunguh-sunguh beriman katolik. Ayah Martin mempunyai 7 anak dan semuanya perempuan. Dan Theresia merupakan anak yang bungsu.
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang  di langit, tempata dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya :”Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga!” yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang membuat rangkaian seperti huruf T.

Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang karena tertiup angin. Kemudian katanya : “Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu, secepatnya aku akan menghadap Tuhan.”

 
Waktu kakaknya Celine, boleh menyambut sakramen Mahakudus, Theresia masih harus menunggu 4 tahun lagi. “Aduh, masih 208 minggu, betapa lamanya.” Keluh Theresia. Theresia begitu rindu sekali ingin segera menyambut sakaramen mahakudus. Saat melihat kakaknya menyambut sakaramen mahakudus di gereja, Theresia pun berkata dalam hati, “Biar masih lama, kelak pada saat aku menyambut sakramen mahakudus, jiwaku harus seputih dan sebagus malaikat.” Theresia berkata kepada Yesus : “ Yesus tentu Engkau senang memunyai permaianan. Silahkan pakailah aku, aku ini mau menjadi bolaMu. Bila hendak Kau tinggalkan di sudut kamar karena jemu, aku akan setia menunggu dengan sabar.  Bila hendak Kau tusuk bolaMu karena ingin memeriksa isinya, tentu aku pun akan bersedia .”
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali. 

Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya. Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya. Theresia tahu. Tidak semua orang percaya kepada Tuhan. Banyak orang berdosa dan tidak sekalipun mereka menyesal. Mereka itu harus ditolong supaya jangan celaka untuk selama-lamanya. Theresia pun berjanji : “ Yesus, yang haus di kayu salib, saya akan memberi air padaMu. Bila mungkin saya akan menderita, agar banyak jiwa orang jahat bertobat.”
Apa yang diucapkan Theresia, didengarkan oleh Tuhan. Ada jiwa orang berdosa yang bertobat. Ketika mendengar ada jiwa orang berdosa yang bertobat, Theresia berlutut dan mengucap syukur, “Ya Yesus hatiku puas, tak usah lagi aku melihat hasilnya di kemudian hari. Senantiasa aku akan terus mengurbankan kesenangan, keinginan, tenagaku dan waktuku. Aku akan terus melepaskan dahagaMu, dan biarlah banyak orang berdosa yang bertobat.


Ketika Theresia berumur  15 tahun, ia masuk biara Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama : Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam biara Theresia terus mempereratkan persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria. Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan menampakan wajah yang jernih dan selalu tersenyum. Semua orang menyangka Theresia hidup senang, namun sebaliknya banyak penderitaan yang datang kepadanya untuk menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan yang luar biasa harganya.  Namun akhirnya Tuhan menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu diumur 24 tahun.
Waktu masih hidup, Theresia berjanji, kelak setelah meninggal akan terus menolong manusia . katanya : “ Saya di surga akan senang sekali sambil terus mencurahkan bunga mawar ke bumi.” Sungguh benar janji itu, sejak hari kematiannya banyak orang yang telah ditolong.  Pada tanggal 17 Mei 1925 ia diberi gelar Santa Theresia. Theresia juga menjadi santa pelindung misi. Gambar santa Theresia sering digambarkan dengan wajah yang tersenyum dan memegang kayu salib berhiaskan bunga mawar. Bunga mawar yang berarti karunia Tuhan yang disediakan karena usaha Theresia untuk penjahat yang mau bertobat.
Adik-adik mari kita tiru teladan dari santa Theresia , semoga sekuntum bunga mawar dari surga dikirimkan oleh santa Theresia kepada jiwa kita.
  Kreativitas membuat bunga mawar                                                                                                                                                              -sigal-
 

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti