ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Wednesday, December 16, 2015

coretan kecil di penghujung tahun

Ayo terus bertumbuh, dan jangan pernah berpuas dengan apa yang telah kita lakukan. Hal baik apa yang selama ini telah kita lakukan, teruslah kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi. Dan apa yang selama ini menjadi kekurangan kita, mari bersama-sama kita perbaiki. Tuhan begitu banyak memberikan talenta kepada kita untuk kita kembangkan. Sepanjang tahun ini begitu banyak hal yang telah kita perbuat, berbagai pengalaman yang kita peroleh dan kita alami. Suka dan duka tentu mewarnai kisah perjalanan selama setahun ini. Namanya manusia, tentua banyak hal yang tidak bisa semuanya tercapai di tahun ini. Tidak semua orang, mampu kita buat bahagia semua. Ada kalanya mereka kecewa terhadap kita, melalui perbuatan yang kita sadari ataupun tak kita sadari. Tutup lembaran tahun dengan ucapan syukur kepada sang Pencipta, diiringi dengan ucapan terima kasih kepada keluraga, saudara, tetangga, teman dan sahabat yang telah mewarnai perjalanan kita selama setahun ini. Berkat mereka semualah kehidupan kita menjadi bermakna di tahun ini. 

 Menyongsong tahun depan, dengan penuh suka cita. 
Ada kalanya setiap akhir tahun ada sebagian orang yang membuat resolusi untuk tahun baru yang akan kita jalani. Salah satu sisi positif dari resolusi adalah agar apa yang kita jalani di tahun yang baru, membuat kita lebih semangat, tidak bosan dengan apa yang selama ini kita lakukan. Adanya perubahan...adanya tekad untuk mengejar apa yang dicita-citakan. Setahun ini...kita sibuk menjadi aktivis pendamping iman anak, BIA, BIAK, sekami,Sekolah minggu. Setiap minggu selalu bertemu, baik untuk persiapan mengajar sekolah minggu dan hari minggunya mengajar. Setiap minggu sekali, susah payah cari bahan materi untuk mengajar. Ada yangg dijalaninya dengan penuh suka cita, ada yang dijalani dengan penuh keterpaksaan. Setahun bergulat dengan rapat dan bahan pengajaran. Ada yang setahun hanya berpuas sebagai pengembira, ikut sana-ikut sini, ada yang masih malu-malu mengajar, ada yang masih menghindar kalau disuruh cerita, ada yang masih malu kalau memimpin lagu. Semoga ditahun baru adanya gregret dan keberanian untuk mencoba hal yang baru. Atau masih akan mengulangi lagi apa yang pernah kita lakukan di tahun lalu? Jika itu dilakukan tentu sayang sekali, ingat Tuhan memberikan kita talenta untuk kita kembangkan. Selagi masih ada kesempatan yang Tuhan berikan, jangan sia-siakan itu. Jika tidak ada perubahan, tentu yang terjadi kebosanan. Dan lama-lama akan undur diri mencari kegiatan lain yang menyenangkan.

 Kebosanan juga akan dialami orang yang merasa cukup pandai dan mumpuni, jika orang itu tak mau membuka diri, menerima orang baru, menerima pengalaman baru, ilmu baru. Merasa sudah tau segalanya, sehingga saat datang menghadiri entah itu pembekalan, atau kedatangan orang-orang baru merasa seperti raja. Raja yang hanya duduk di kursi kerajaan dan memperhatikan orang-orang disekitarnya bak pelayan. Saya jadi ingat dengan ungkapan “Saat kita berjumpa dengan orang lain, kosongkanlah apa yang ada di kepala kita.” Entah itu orang yang sering kita jumpai, ataupun orang-orang baru yang kita kenal. Karena dari orang-orang yang ada di sekitar kita, kita akan menjumpai banyak hal-hal yang baru. Jangan sampai kita merasa berpuas diri, sok pintar dan merasa apa yang disampaikan orang lain itu tak penting. Seperti menonton video motivasi, saat kita menonton berkali-kali kita tak akan pernah bosan. Kita bisa ambil refleksi dari setiap kejadi yang ada. Ada kalanya hari itu kita tertarik dengan adegan diawalnya. Dan ada kalanya saat kita menonton di kemudian hari, endingnnya membuat kita termenung.

 Supaya kita tak pernah bosan ada satu kunci, jangan pernah kita lupa lakukan, yaitu BERDOA. Sebagai aktivis gereja yang bergelut dengan pendampingan iman anak, yang inti didalamnya mewartakan karya kebaikan Allah kepada manusia, sangat mustahil kita mewartakan tanpa kita sendiri rajin berdoa. Didalam doa, kita bercakap-cakap dengan Allah sendiri. Lewat Yesus, kita berani memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Seperti Bapa yang sangat sayang dengan anakNya, maka dalam doa terjalin hubungan yang mesra, seperti komunikasi seorang anak dengan bapaknya. Didalam doa kita semakin dekat dengan Sang Sabda yang kita selalu wartakan kepada anak-anak. Untuk bisa menyampaikan sabda Tuhan, maka kita perlu rajin untuk berakrab ria dengan sang sabda lewat doa dan lewat sabda Tuhan yang setiap hari kita baca dan kita dengar. Lewat doa pulalah kita diberi kekuatan, diberi ide-ide yang baru, dan tentunya diberikan jalan untuk setiap persoalan yang kita alami. Semoga di tahun baru catatansigal juga akan memberikan hal-hal yang baru bagi penyampian materi untuk anak-anak usia dini, anak-anak dan remaja. Dan marilah kita saling mendoakan, agar pelayanan kita senantiasa diberkati oleh Tuhan. Amin

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti