ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Wednesday, January 6, 2016

Materi Pendampingan Iman Remaja 10 Januari 2016 "Mengembangkan kedewasaan Iman dengan Inspirasi Santo/Santa"

Bahan PIR
“Mengembangkan Kedewasaan Iman dengan Inspirasi Kehidupan Santo/Santa Pelindung”

Lukas 3:15-16,21-22


Lagu : Saya Bergirang
Saya bergirang (mengapa kau bergirang?)
Saya bergirang (apa sebabnya?)
Saya bergirang (mengapa kau bergirang?)
Karna saya anak Tuhan
Sekarang ku slalu bergirang
Bernyanyi sambil bertepuk tangan
Jadi saksi karna cinta Tuhan
Siang malam ku slalu bergirang


Hari ini gereja memperingati hari raya pembaptisan Tuhan. Dengan dibaptis berarti kisah hidup pribadi kita ditenggelamkan dalam aliran cinta Tuhan. “Hidup kita,” kata Paus Benediktus XVI, “sekarang menjadi milik Kristus dan tidak lagi milik kita sendiri...disisiNya dan sungguh ditarik ke dalam cintaNya, kita dibebaskan dari ketakutan. Dia menyelubungi  dan membawa kita kemana saja kita pergi. Dia adalah Sang Hidup sendiri.

Mengapa kita memilih nama santo dan santa pelindung?
Tidak ada teladan yang lebih baik daripada santo dan santa, dan tidak ada penolong yang lebih baik daripada mereka. Nama santo dan santa pelindung yang kita gunakan menjadikan kita memiliki sahabat di dalam Tuhan
Dengan dibaptis kita diangkat menjadi anak Tuhan dan dipersatukan dalam anggota gereja semesta..
Teman-teman remaja kiranya perlu semakin mendalami makna nama baptis yang disandangnya. Mereka perlu semakin mengenal aneka tradisi dalam gereja, salah satunya pemberian nama baptis. Dan yang tidak kalah pentingnya, menghidupi semangat dari santo dan santa pelindung.

Sharing cerita tentang santo dan santa pelindung masing-masing

Pesan : mencari kutipan, perkataan dari santo/santa pelindung yang akan selalu diingat setiap saat...

Permaianan :
Urut kacang nama baptis dari teman-teman remaja

Selamat berproses...Tuhan memberkati

*untuk kakak-kakak pendamping
Mengapa Yesus mengizinkan Yohanes membaptisNya, sekalipun Ia tidak berdosa?
Dibaptis berarti dibenamkan. Dalam baptisanNya, Yesus bersolidaritas kedalam sejarah manusia yang penuh dosa. Dengan demikian, Ia menetapkan suatu tanda. Ia akan terbenam dalam kematian, namun melalui kuasa BapaNya, dibangkitkan pada kehidupan,
Pendosa, tentara, pelacur, pemungut pajak, datang pada Yohanes pembaptis karena mereka mencari “baptisan pertobatan dan pengampunan dosa”(Lukas 3:3). Yesus tidak membutuhkan baptisan seperti ini, karena Ia tidak berdosa. Kenyataan bahwa Ia memberikan DiriNya untuk dibaptis menunjukan dua hal : Yesus bersolider dengan situasi dosa dan Yesus memahami baptisanNya sebagai antisipasi atas sengsara dan kebangkitanNya. Dalam tanda kesedianNya untuk mati bagi kita ini, surga terbuka:”Engkaulah Anak yang kukasihi” Lukas 3:22

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti