ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Thursday, April 20, 2017

Catatan Harian Jejak Langkah Misioner Ke Merauke edisi 05 "Perjalanan 12 jam ke Paroki Getentiri" 7 April 2017


Jumat pagi 7 April pkl 07.00 dengan diawali dengan berdoa, akhirnya dua mobil rombongan teman-teman JLM dan teman-teman KKI Keuskupan Agung Merauke akhirnya meluncur menuju paroki getentiri. Perjalanan darat kurang lebih 7-8 jam menuju Asiki dari yang direncanakan ternyata sampai di Asiki memakan waktu 12 jam. Perjalanan sempat terhenti beberapa jam, dikarenakan mobil yang saya tumpangi terjebak di dalam lumpur yang dalam karena tanjakan yang terlalu terjal sehingga mobil hanya bisa terperosok di dalamnya. Untuk menarik mobil, kamipun juga harus menunggu  truk yang ada didepan yang mengalami nasib yang sama. Truk yang ada didepan kami rodanya juga terperosok dalam. Setelah menunggu lama akhirnya truk bisa berjalan maju, dan mobil yang satunya bisa menarik kami melewati tanjakan lumpur yang dalam. Lalu perjalananpun dilanjutkan. Kita istirahat pkl 14.00  untuk makan siang serta untuk mendinginkan mesin mobil. Perjalanan kami lanjut menuju ke Asiki. Perjalanan ini memperlihatkam kami, ribuan hektar hutan sudah hilang dan ditanami oleh pohon sawit. Sungguh memperihatinkan...
Pukul 18.30 akhirnya kami sampai di Asiki, sempat turun naik dua kali dari mobil akhirnya kami bisa berangkat naik kapal menuju paroki gententiri. Menikmatii sungai digul di malam hari dengan ditemani bintang2 dilangit perjalanan memakan waktu kurang lebih setengah jam lebih. Sampailah kita di gententiri dengan disambut pastor, serta umat disana kami turun satu persatu. Hujan rintik2 menyambut kedatangan kami. Santap malam sudah disediakan dan kami santap malam bersama-sama dengan mereka. Seusai santap malam kami dibagi tugas pelayanan tri hari suci di stasi-stasi dan saya mendapatkan stasi Aiwat. Dan untuk pertama kalinya kami berpisah satu dengan yang lainnya...
Nantikan cerita saya di stasi aiwat..
Jumat 7 April 2017 pkl 23.23

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti