ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Thursday, December 1, 2011

Kalender yang usang

Kalender

Kulihat kalender di sudut kamar, terlihat kotor penuh dengan sarang laba-laba.
Terlihat dengan jelas tulisan bulan April.
Tak kusangka ini sudah bulan Desember, bulan di penghujung tahun.
Rasanya waktu begitu cepat berlalu.

Semenjak bulan April berakhir, "Ah rasanya esok hari saja membalik kalendernya.
Toh esok juga masih bisa."
Namun ketika esok hari datang...
Ketika kesibukan dan rutinitas telah menjadi santapan sehari-hari, membuat lupa apa yang akan dilakukan.

Ketika saat santai dan lagi bermalas-malasan, orang malas beranjak dari tempat duduk, sambil berkata, "lain waktu, lain hari saja."
Waktu beranjak, hingga hari berganti hari.
Tak terasa satu bulan telah berlalu, namun lembaran kalender masih terpampang bulan yang lalu.

Kesenangan membuat lupa akan apa yang harus dilakukan.
Bulan demi bulan berlalu begitu saja.
Hingga kini tiba di ujung tahun...
Namun tetap masih saja kalender di sudut kamarku masih tertera bulan April.

Kupandang lebih dekat lagi, dan kucoba melihat dengan seksama.
Ternyata oh ternyata... Selain terpampang tulisan warna merah bulan April, tertera tahun 2010.
"Ah sudah hampir dua tahun aku lupa membalik kalender, bahkan sampai lupa menggantinya."

*sebuah hal kecil dan sederhana namun jika kita menyepelekan dan tak mau segera melakukan segera, lambat laun akan menjadi batu besar penyesalan di kepala kita.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti