Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Membuka lembar kehidupan

open book Pictures, Images and Photos

awalnya boleh membuka mata dan boleh melihat lagi dunia di pagi yang cerah ini, sungguh sebuah hal yang luar biasa

lalu membuka selimut dan merapikannya

membuka mulut tuk mengucapkan syukur atas rahmat kehidupan dan kesehatan yang boleh kita terima

membuka dan memberikan senyum pertama kita bagi Dia yang telah memberi hidup di pagi ini

membuka senyum-senyum berikutnya bagi orang-orang yang kita jumpai

membuka langkah kaki tuk mulai kembali melanjutkan peziarahan di dunia, tuk merasakan dan menghadapi kerasnya hidup

membuka lengan tangan tuk kembali melanjutkan bekerja meraih cita

dan sepanjang hari ini jangan lupa tuk selalu membuka hati bagi orang-orang yang menyakiti kita

hari ini mari kita kembali membuka sebuah lembaran baru...lembar baru kehidupan

Selasa, 07 Februari 2012

Untuk yang terakhir

photography Pictures, Images and Photos

Entah... kita tak tau kapankah hari terakhir kita akan tiba...

Tak ada salahnya jika hari ini kita mulai memberikan senyum terbaik kita, siapa tau mungkin itu senyum terbaik untuk yang terakhir kalinya yang terlihat...

Tak ada salahnya kita memberikan kata maaf kepada orang-orang yang selama ini susah untuk kita maafkan, mungkin saja itu kata aku memaafkanmu yang terucap untuk yang terakhir kalinya...

Hari ini... jika kita masih murung, singkirkanlah raut muka mu yang tampak murung. Cerialah menghadapi dunia ini, siapa tau itu keceriaanmu untuk yang terakhir kali dilihat dunia...

Jika hari ini kita masih saja diam dan menyimpan dalam hati. Utarakanlah sebelum terlambat. Mungkin saja ini hari terakhir kita melihat dia.

Jika sampai hari ini kita masih mempunya persoalan yang menumpuk. Mulailah selesaikan urusan itu satu persatu. Siapa tahu masalah yang menumpuk itu dapat terselesaikan. Atau kalau tidak, setumpuk masalah telah berkurang. Karena siapa tahu hari ini, kita menyeselesaikan masalah untuk yang terakhir kalinya.

Selasa, 31 Januari 2012

catatanku di penghujung bulan Januari

Pagi ini hujan rintik-rintik, langkah kaki kecilku tak menyurutkan menuju sebuah Rutan di salah satu sudut kota tercinta. Sebuah pelayanan rutin setiap selasa terakhir di setiap bulannya. Bersama para penghuni rutan mengadakan peraayaan ekaristi.

Hujanpun nampak reda, sesampainya di sebuah tempat dengan bangunan tinggi menjulang dan kokoh. Terlihat baru beberapa orang yang datang, dan menunggu di serambi dekat pintu masuk rutan. Terlihat sebuah pemandangan rutin sebuah gerobak soto, yang menjajakan daganganya bagi para petugas LP ataupun para pengunjung yang ingin sekedar mengisi perut. Beberapa petugas LP pun asyik menikmati soto ayam dengan sate sebagai lauknya.

Di tempat yang tak terlalu luas, tempat yang dikhususkan untuk tempat menunggu pengunjung, mata ku terpaku pada sebuah mobil polisi yang baru datang. Tak berapa lama setelah mobil polisi terpakir, keluarlah dari dalam rutan seorang pemuda dengan tangan terborgol, bersama Provost, dan dua orang mungkin keluarga,pengacara atau petugas rutan. Seorang pemuda dengan tangan terborgol yang hendak mengikuti proses persidangan. Melihat tangan yang terborgol dan tak bisa bergerak dengan leluasa, akupun merenung, kedua tanganku saat itu asyik memainkan hp, kedua tanganku bebas bergerak. Sudahkan aku mengucap syukur atas kebebasan kedua tanganku itu?

Waktupun telah menunjukan pukul 09.15, petugas dari Depagpun sudah menyuruh kami masuk ke dalam rutan. Setelah menitipkan tas,hp, jaket ke dalam loker yang tlah disediakan. Kamipun diberi kalung tanda pengenal. Tercatat sebanyak 15 orang ikut ambil bagian dalam pelayanan ini. Sudah hampir 6 bulan tak mengunjungi tempat ini. Tiba diruangan tempat kami mengadakan misa, sudah menunggu para penghuni rutan yang mulai duduk melingkar.

Terlihat para penghuni rutan yang diisi mulai dari orang yang usianya muda hingga orang tua. Terlihat pula dua orang pemudi dan dua orang ibu-ibu dan salah satunya sudah usia lanjut. Dalam hati bertanya, salah apakah ibu tua ini? Di usianya yang lanjut harus berada di tempat ini.

Perayaan misapun dimulai, kali ini yang memimpin Rm.V.Suparman,Pr romo dari gereja St.FX. Kidul loji. Sabda Tuhan tentang orang yang menjamah jubah Yesus. Dalam homilinya romo mengatakan bahwa jangan takut, percayalah. Ada sebuah rencana Tuhan dibalik sebuah peristiwa yang kita alami. Walaupun tak ada orang yang mencintai kita, namun yakinlah Yesus senantiasa selalu mencintai kita. Bukti cintaNya, Dia masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat.

Air mataku menetes ketika doa umat, dikala salah satu penghuni rutan seorang bapak dengan terbata-bata disertai tangis mengucapkan doa permohonan. Doa mohon kekuatan dan penghiburan bagi yang tinggal di tempat ini. Sambil bergandengan tangan kamipun menyanyikan doa yang diajarkan Yesus sendiri. Saling bergandengan tangan yang mengingatkan bahwa aku, kamu, kita semua adalah saudara. Kesedihanmu adalah kesedihanku pula, bebanmu, beban kita juga.

Ketika salam damai, saat memberikan salam satu sama lain. Seorang pemuda dengan tetes air mata dan rasa penyesalan sujud di depan romo. Lalu dengan tumpang tangan romo mendoakan dia. Akupun jadi teringat akan bacaan yang barusan di dengar. Seorang yang menjamah jubah Yesus, dan sembuhlah dia.

Yesuslah yang telah menanggung sakit penyakit kita. Yesuslah yang tlah menanggung kelemahan kita. Yang kita percaya hanyalah percaya. Percayalah dan jangan takut. Sungguh pengalaman yang begitu berharga yang aku terima dan peroleh di penghujung bulan ini. Pengalaman yang sungguh menguatkan aku.

Minggu, 29 Januari 2012

jalan yang terjal

amazing grace Pictures, Images and Photos

Entah sampai kapan jalan ini terus mendaki?
Sampai ujung perjalanan apakah jalan ini masih terasa terjal?
Ataukah tauambah semakin terjal?
Mungkinkah ada jalan yang landai di depan nanti?
Ingin rasanya beristirahat...
Ingin rasanya berhenti sesaat...

Jalan ini memang sudah aku pilih
Tak ada yang patut tuk aku sesali
Walaupun jalan ini memang tak mudah
Berbatu terjal dan penuh liku
Kanan kiri selalu terbentang jurang dan lembah yang dalam
Namun aku percaya
Aku tak berjalan sendiri
Aku percaya Dia selalu besertaku

Menemani dikala aku merasa sendiri
Mengangkat dan menopangku dikala aku terjatuh
Menghiburku dikala aku dalam kesedihan
Dan tak jarang pula Dia mengendongku dikala aku tak kuat melewati jalan yang terjal ini

Jumat, 27 Januari 2012

bersabdalah saja maka aku akan sembuh

Jesus hands Pictures, Images and Photos

"YaTuhan aku itu sungguh tak pantas Tuhan itu datang pada saya.
Sungguh Tuhan, aku sungguh tak pantas.
Tetapi Tuhan, bersabdalah sepatah kata saja padaku, maka aku akan sembuh.

Ya, sepatah kata saja maka aku akan sembuh.
Sembuh bukan hanya dari penyakit fisikku saja.
Tetapi banyak Tuhan, sembuh dari segalanya.
Sembuh dari penyakit luka hati.
Sembuh dari penyakit luka batin.
Sembuh dari rasa dendam.
Sembuh dari malas.
Sembuh dari sikap iri hati.
Sembuh dari sikap tinggi hati.
Sembuh dari sikap acuh tak acuh.

Masih banyak Tuhan, penyakit-penyakit yang ada didalam hatiku ini, yang tak mungkin dapat aku sebutkan satu persatu.
Tetapi aku percaya Tuhan, jika Engkau bersabda sepatah kata saja, maka aku akan sembuh."

"Anakku setiap saat Aku selalu menyembuhkanmu.
Tanpa kamu mintapun Aku selalu bersamamu.
Walaupun kamu sembuh, namun tak berapa lama kamu sering jatuh pula.
Sering jatuh di tempat yang sama.
Sering mengulang kesalahan dan dosa yang sama.
Namun Aku, tak sekali-kalipun bosan tuk mengangkatmu.
Karena kamu adalah anak-anakKu."

Jumat, 20 Januari 2012

kala rambut sudah beruban

ketika rambut sudah mulai memutih
tenaga semakin tertatih-tatih
badan serasa sudah letih
namun kenapa hati ini masih belum putih

ketika rambut mulai beruban
gerakan juga sudah mulai lamban
tak terasa lama sudah memanggul beban
kini waktunya merebahkan badan

kala rambut sudah memutih
tenaga belum juga mulai pulih
namun harus tetap gigih
tuk mengejar asa sebelum nyawa ini ditagih

ketika rambut sudah mulai memutih

sun Pictures, Images and Photos

ketika rambutku sudah mulai memutih
sehelai, dua helai hingga berhelai-helai
awalnya dengan telaten mencoba mencabutnya
namun ketika sudah mulai banyak
ah, rasanya sudah malas saja

rambut yang mulai beruban
rasanya memang sudah waktunya
jangankan membuat hitam dan putih
Dia yang memberi dan mampu menghitung jumlah helai rambut kita

sehelai, dua helai hingga berhelai-helai rambut yang mulai memutih
memang sengaja diberikanNya
diberikan untuk mengingatkan kita
warna putih, warna kesucian
sudahkan perjalanan hidup kita semakin lama semakin lebih baik?

entah masih sisa setengah, seperempat, tiga perempat hidup
entah masih sisa sehari, seminggu, sebulan dan setahun
rasanya tak perlu menunggu rambut kita beruban baru berubah

Tuhan sentuh hatiku
ubah hidupku menjadi yang baru
bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku

Kamis, 15 Desember 2011

Sebuah tanda ^@^

School art, School art

"Namun tak kan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah" Sebuah alunan lagu Kenangan Terindah milik Samsons terdengar di senja hari. Sudah hampir tiga tahun ringtone itu tak pernah terganti. Sebuah tanda yang mengisyarakat ada sebuah sms yang masuk. Di ambilnya hand phone yang tergeletak di tempat tidur. Sebuah sms dari nomer yang tak tersimpan di memory hp. Dibacanya secara perlahan-lahan sambil menebak siapakah pengirim pesan singkat di senja itu. Sebuah pesan yang berisikan salam sapa dan menanyakan kabar. Hingga sampai akhir kalimat tak ada nama yang tertera.
Pandangan mata terpaku pada sebuah tanda ^@^ di akhir sms. Teringat ketika dulu, tiap kali kamu sms selalu ada tanda itu.

Sudah hampir tiga tahun tak terdengar kabarnya, baru di penghujung tahun ini ada sebuah kabar darimu. Sudah tiga tahun lamanya tak pernah ada tanda ^@^ menghiasi inbox sms. Kini di penghujung tahun kau ingatkan kembali akan tanda itu. Dari tanda ^@^ itulah mengapa ringtone Kenangan terindah tak pernah tergantikan ketika ada sms masuk.
Photobucket

Kamis, 08 Desember 2011

Sampai batas tak mampu lagi

star cloud

aku ingin terus menggapai bintang di langit
hingga batas aku tak mampu menggapainya lagi

aku ingin terus melukis indahnya pelangi dari ujung satu ke ujung lainnya
hingga batas aku tak mampu melangkah lagi

aku ingin terus memberi dan memberi bagaikan sapi yang semasa hidup maupun matinya selalu memberi bagi manusia
memberi sampai batas tak mampu lagi

aku yang masih berjuang di dunia ini akan terus berusaha sampai batas aku tak mampu lagi

aku, bintang, pelangi dan sapi
selamanya akan selalu berjalan beriring
berjalan beriring hingga batas kami tak mampu lagi
tak mampu lagi untuk mewarnai dunia ini
Photobucket

Minggu, 04 Desember 2011

Kuatir, cemas dan ketidak berdayaanku

Photobucket

Ada sebuah kata-kata indah, "serahkanlah semua kekuatiran hidupmu, biarkanlah Dia bekerja bagimu." Sebuah kata-kata yang sangat membangun. Menyerahkan segala kekuatiran? Bukanlah sebuah hal yang mudah. Apa benar segala kekuatiran akan terhapuskan?

Sebuah badai yang datang ketika kita tak lagi berada di rumah. Sebuah contoh nyata bagiku. Bagaimana aku kuatir akan kondisi rumahku, bagaimana aku cemas memikirkan orang-orang yang aku tinggal? Aku begitu kuatir karena tahun yang lalu atap rumahku porak poranda diterjang angin puting beliung.
Kini ketika angin ribut kembali menyapa kota tercinta aku tak lagi berada di rumah. Hanya doa yang bisa aku panjatkan di sepanjang perjalanan.

Sore itupun aku masuk ke dalam rumahMU. Awalnya ketika aku berdoa, aku hanya liat diluar menyaksikan pepohonan diombang-ambingkan oleh sapuan angin. Aku mencoba konsentrasi berdoa lagi, namun pikiran orang-orang di rumah selalu membayangiku. Aku coba terus, sampai akhirnya ku lelah. Dalam kelelahanku, akupun hanya bisa berpasrah. Dengan keterbatasanku, dengan ketidak mampuanku, aku hanya bisa berserah diri. Lewat doa sajalah yang bisa aku panjatkan waktu itu, "Terjadilah padaku menurut kehendakMu."

"Maafkan aku Tuhan, walaupun aku begitu dekat dan sangat dekat bahkan di dalam RumahMu, namun aku masih saja kuatir. Bagaimana jika aku berada jauh dariMu?"

Percaya itu mudah diucapkan ketika sesuatu berada dalam keadaan bahagia dan senang, namun susah diucapkan ketika mengalami hal-hal yang kurang mengenakan.
Kini aku mengerti bahwa dengan kepasrahan dan menyerahkan segalanya. Percayalah Dia akan bertindak dengan caranya sendiri. Cara yang tentunya terbaik bagi anak-anakNya.

Sekitar pukul sembilan malam aku pulang dan melihat kondisi rumah dalam keadaan baik, terutama keluargaku. Akupun mengucap syukur...karena Dia benar -benar memberi kelegaan bagiku. Terima kasih Tuhan.
Photobucket

Jumat, 02 Desember 2011

Janji-janji yang selalu diingkari

janji

janji itu sekarang tinggalah janji...
sangat mudah mengutarakan kata janji
sebelum akhirnya diingkari

janji tak akan mengulangi
namun kenyataannya terus diulangi
dari sebuah janji kecil hingga sampai janji suci

mengingkarinya setiap hari
dan terus diingkari
lupa bahwa dulu pernah berkata dan berjanji
di hadapan Sang Ilahi

Suara hati di ingkari...
Janji-janji terhadap orang terdekat serasa sudah menjadi basi
berjanji tuk menjaga gengsi?

hari ini mulailah menepati janji
agar tak selalu menjadi bahan caci maki
Photobucket

Kamis, 01 Desember 2011

satu Desember

DECEMBER

kamis satu Desember
sebuah hari di awal bulan yang baru
dan sebuah bulan di penghujung akhir tahun
selalu ada awal untuk sebuah akhir

bulan ini masih menyisakan beberapa hari
sebelum akhirnya menutup tahun ini
masih tersisa sehari...
dua hari, atau berhari-hari
namun semuanya tak berarti...
jika setiap hari dijalani tanpa penuh semangat

teringat akan sebuah semangat yang menggebu di awal
namun lambat laun terasa mulai meredup
semangat yang pasang surut
akankah sisa beberapa hari ini dijalani dengan penuh semangat?

tak ada kata terlambat
bagi jiwa yang penuh semangat
selamat datang bulan Desember...
Swemangaat!!!
Photobucket

Kalender yang usang

Kalender

Kulihat kalender di sudut kamar, terlihat kotor penuh dengan sarang laba-laba.
Terlihat dengan jelas tulisan bulan April.
Tak kusangka ini sudah bulan Desember, bulan di penghujung tahun.
Rasanya waktu begitu cepat berlalu.

Semenjak bulan April berakhir, "Ah rasanya esok hari saja membalik kalendernya.
Toh esok juga masih bisa."
Namun ketika esok hari datang...
Ketika kesibukan dan rutinitas telah menjadi santapan sehari-hari, membuat lupa apa yang akan dilakukan.

Ketika saat santai dan lagi bermalas-malasan, orang malas beranjak dari tempat duduk, sambil berkata, "lain waktu, lain hari saja."
Waktu beranjak, hingga hari berganti hari.
Tak terasa satu bulan telah berlalu, namun lembaran kalender masih terpampang bulan yang lalu.

Kesenangan membuat lupa akan apa yang harus dilakukan.
Bulan demi bulan berlalu begitu saja.
Hingga kini tiba di ujung tahun...
Namun tetap masih saja kalender di sudut kamarku masih tertera bulan April.

Kupandang lebih dekat lagi, dan kucoba melihat dengan seksama.
Ternyata oh ternyata... Selain terpampang tulisan warna merah bulan April, tertera tahun 2010.
"Ah sudah hampir dua tahun aku lupa membalik kalender, bahkan sampai lupa menggantinya."

*sebuah hal kecil dan sederhana namun jika kita menyepelekan dan tak mau segera melakukan segera, lambat laun akan menjadi batu besar penyesalan di kepala kita.
Photobucket

Jumat, 25 November 2011

Belajar dari gumpalan awan

cloud

Melihat awan mengingatkanku bahwa hidup itu selalu berubah. Bahwa setiap hari selalu ada hal baru yang selalu dijumpai. Tak ada bentuk awan yang selalu sama setiap hari. Setiap saat awan berubah menurut angin yang menghembuskannya. Berubah menurut kandungan uap air yang tersimpan di dalamnya.

Kadang awan terlihat putih bersih, kadang pula terlihat kelam, atau terlihat warna abu-abu. Kadang terlihat bergumpal-gumpal besar seperti kawanan domba, namun kadang tergores tipis menghiasi langit biru.

Melihat sekumpulan awan di angkasa terkadang membuat manusia yang memandangnya menerka-nerka. Wah, sebentar lagi mau turun hujan. Aduh pasti akan ada badai di hari ini. Ah langit sungguh cerah tak ada awan yang menutupi, pasti hari ini tak turun hujan.

Sering pula orang membuat imajinasi tentang bentuk awan. Wah awannya kayak bentuk wajah orang ya, atau sering orang mengatakan itu awan seperti bentuk hewan.

Entah apa jadinya jika langit tak ada awan. Hanya warna biru yang membentang. Hanya ada panas yang menyengat, tak ada awan yang mentupi sang surya, untuk sekedar beteduh bagi makhluk yang ada di bawahnya. Tak ada awan kelabu yang mengantung di angkasa, tak akan ada hujan yang akan jatuh membasahi bumi.

Hidup dapat diibaratkan bak awan. Seringkali hari ini kita tampak ceria, bak awan putih bersih. Namun dikala ada masalah sering kali seperti awan yang kelabu, wajah murung dan bawaannya ingin marah. Tak ayal orang-orang berharap tak menemui kita, mereka buru-buru menjauh dari kita.

Hari ini kita dapat menjadi tempat yang teduh bagi sesama. Namun dilain hari kita menjadi orang yang membutuhkan tempat untuk mencurahkan isi hati, beban persoalan kepada sahabat kita. Seperti awan kelam yang mencurahkan hujan kepada permukaan tanah. Setelah semua dicurahkan berharap akan menjadi awan yang putih. Beban persoalan terasa menjadi ringan.

Terkadang hari ini orang-orang memandang kita sombong, namun orang lain memandang kita biasa-biasa saja. Tak perlu menyalahkan mereka, tak perlu jengkel dan mencaci maki, karena mereka berhak menilai atas diri kita. Ingatlah setiap orang mempunyai penilaian yang berbeda-beda. Seperti orang yang mempunyai imajinasi beraneka macam ketika melihat gumpalan awan. Justru semuanya itu kita jadikan sarana instropeksi diri, untuk selalu melihat diri kita sebelum kita menilai orang lain.

Sambil mendengarkan lantunan lagu Negeri Di Awan, sudahkah kita menjadi awan-awan kecil bagi sesama kita? Awan walaupun kecil selalu punya arti penting dalam kehidupan ini. Mari kita belajar dari awan yang selalu menemani kita setiap hari.
Photobucket

Selasa, 22 November 2011

Surat dari Asa

Putus Asa

Selamat pagi sahabat...
Ku harap pagi ini kau terus ada bersamaku. Setiap hari aku selalu menemanimu.
Entah apa jadinya jika engkau tak bersamaku.
Memang ketika matamu terlelap tuk sementara, engkau meninggalkanku.
Namun aku yakin, dalam hatimu engkau akan mengatakan dan berharap semoga ada hari esok buatmu. Sebelum tidur mungkin juga engkau mengutarakan asa, semoga aku mimpi indah malam ini.
Aku sendiri juga tak tau...yang jelas selalu ada aku kemanapun kamu berada. Bahkan ketika kamu menutup mata selama-lamanya...aku pasti selalu menemanimu. Menemani, menuntun, bahwa ada asa untuk kehidupan yang baru.
Entah apa jadinya jika tak ada aku, sesudah kematian.
Aduh pagi-pagi kenapa sudah membicarakan hal-hal yang berat...? Maafkan memang aku si Asa, yang tak ingin hari ini semakin banyak lagi orang yang putus asa.

Hari ini semoga tak ada yang putus asa. Semua selalu ada hal yang terbaik, pasti semua ada jalan keluarnya. Menyerah, nglokro, tak ada gairah...? Nampaknya harus dibuang jauh-jauh. Jangan biarkan perasaan itu hinggap dan merasuki mu lebih dalam lagi. Walaupun hidupmu terasa berat hari demi hari. Doamu serasa tak didengar. Namun ingatlah selalu, Tuhanmu itu tak mungkin memberi ular berbisa pada orang yang lagi minta roti. Tuhanmu pasti memberikan sesuatu tepat pada waktunya. Ujian yang sekarang kamu hadapi, badai kehidupan dan persoalan yang lagi kamu jalani tak bermaksud untuk menjatuhkanmu. Semuanya bermaksud untuk menguatkanmu. Bagaikan sayap rajawali, hembusan badai merupakan latihan bagi sayapnya untuk menjadi kuat dan untuk terus terbang tinggi dan semakin tinggi.

Jika saat ini asamu telah mengecil, mengecil dan hampir padam. Jangan biarkan itu terus berlangsung. Jangan biarkan itu meredup. Ada setitik asa di dalam dirimu, yang mampu untuk membangkitkan asamu untuk bangkit dan terus bangkit. Ingatlah hidup yang kamu jalani di dunia ini, kamu tak pernah sendiri. Ada keluarga, sahabat, dan orang-orang sekitar yang mampu untuk membuat kamu tegar kembali. Terlebih Tuhan mu yang akan memampukanmu untuk kembali menegakkanmu.
Aku asa, berharap hari ini engkau tak memutuskan ku. Tetap swemangaat menjalani hari demi hari dan jangan pernah memutuskan asamu.
Photobucket

Jumat, 18 November 2011

Ketika penaku berhenti bercerita

pensil Pictures, Images and Photos

Ketika penaku berhenti bercerita.
Mungkinkah orang akan menjadi bertanya-tanya. Mungkin ia sekarang telah kehabisan ide buat bercerita?
Atau mungkinkah ia mulai malas untuk menuangkan ide cerita?
Atau sekarang ia sudah punya kesibukan lainnya?
Ataukah ia sedang sakit, hingga ia tak mampu mengankat pena lagi?
Atau mungkinkah ia sekarang telah menulis di tempat yang nyaman yaitu di rumah Bapa di surga?

Mungkinkah orang lalu menulis seperti ini :
"Hampir berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tak ada cerita lagi yang dapat kubaca dari mu.
Tak tahukah kamu, ceritamu itu sungguh membuatku merasa bahwa hidup itu penuh dengan warna.
Teringat ketika awal mula kamu mulai berbagi cerita.
Kamu menulis cerita tentang kehebohan di pagi hari, tentang sebuah sop dan sambelnya.
Lalu disusul dengan cerita-cerita lainnya.
Kini ketika ceritamu itu berhenti sama sekali, dan tak ada kabar.
Haruskah aku meneteskan air mata untuk mengucapkan kata selamat jalan kawan...?"

Hanya ucapan terima kasih yang dapat ku ucapkan atas perhatian selama ini teman-teman.
Dan akupun berharap akan ada orang lain yang menuliskan cerita ku lagi.
Berharap orang akan bercerita lebih banyak lagi tentang indahnya bintang-bintang di langit, indahnya pelangi dan lucunya sapi.
Photobucket

Total Tayangan Halaman

Persembahan Hati