Tampilkan postingan dengan label rapuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rapuh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

aku yang rapuh #3

rain icon Pictures, Images and Photos

awalnya hanya sebuah masalah...

dari sebuah masalah, membuat kita berpikir...

terus berpikir lama kelamaan, menjadi pusing...

terlalu lama berputar-putar di kepala, lalu mulai dirasakan dalam hati...

dirasakan dan dipendam terus menerus dalam hati...

lama kelamaan pikiran dan hati akan terasa capek...

pikiran dan hati yang sudah capek akan membuat kondisi fisik mulai lelah...

ketika kondisi fisik sudah mulai lelah...

kondisi tubuh akan mudah jatuh sakit...

daya tahan tubuh mudah ngedrop dan tak berdaya...

akhirnyapun hanya bisa terbaring di tempat tidur :(

Kamis, 13 Oktober 2011

Aku yang lagi rapuh

Apakah akan kuat sampai akhir perjalanan...?
Jika detik ini beban yang dirasa sungguh sangat berat...
Beban yang dirasa sungguh menyesakan dada...
Raut muka yang lesu...
Tatapan yang kosong tanpa ada harapan...
Sanggupkah mata ini mampu menahan air mata yang lama tertahan?
Saat ini aku kembali jatuh...
Entah apa yang akan terjadi di keesokan hari?
Melepaskan beban itu?
Atau masih setia membawanya?
Dalam hati memang aku tak minta beban itu diringankan...
Aku justru minta Tuhan kuatkan punggungku, agar aku dapat kuat mengangkat bebanku...
Usaplah air mataku ya Tuhan, jika sudah mulai mengalir ke pipi...
Tuhan hiburlah aku di malam ini...
Photobucket

Sabtu, 08 Oktober 2011

Saat kuterjatuh

Jesus love me Pictures, Images and Photos

Disaat semua sibuk menertawai, dikala semua orang sibuk mencibir dan mengolok-olok.
Dikala semua orang mulai menjauh satu persatu. Rasanya seperti ditinggal sendiri.
Suara-suara yang memberi semangat, rasanya tenggelam oleh suara yang membuat surut.
Menyingkir, menjauh dan mengasingkan diri bukanlah hal yang tepat.
Menutupi telinga juga bukanlah hal yang tepat pula. Mencoba bertahan dalam situasi ini, kalau tak kuat bisa membuat tambah jatuh.
Suara bangun, bangkit, dan berjalanlah setapak demi setapak tampaknya belum terdengar dengan jelas.
Suara itu masih tertutup oleh detak, denyut emosi, rasa malu dan gengsi.
Mencoba menyibakkan rasa itu, dan mencoba membuangnya jauh-jauh.
Teringat akan sebuah kata "Manusia lamaku telah mati, karena aku telah ditebus olehNya."
Biarlah kesalahan, kebodohan, dan kecerobohan masa lalu larut oleh sengsaraNya.
Kini sisa hidup ini dijalani dengan manusia baru, bukan lagi aku yang hidup, namun Dia yang hidup dalam hati ini.
Terima kasih Tuhan berkat SabdaMu yang mampu tegakkanku disaat kuterjatuh.
Photobucket

Selasa, 20 September 2011

Lukaku itu memang bukan lukamu

Best Friend quote Pictures, Images and Photos

Lukaku ini memang bukanlah lukamu.
Sakitnya luka ini memang tak dapat diungkapkan.
Perihnya luka ini tak dapat digambarkan.
Walaupun kamu mengatakan aku tau rasa sakit yang kamu alami.
Namun tetap saja luka yang kualami ini sungguh perih.
Hiburanmu memang tak dapat sepenuhnya menghiburku.
Mungkin diammu tuk sementara adalah penghiburanku.
Walaupun kita hanya terdiam satu sama lain, namun aku tahu engkau begitu peduli denganku.

Saat ini tak ada yang mampu menyelami luka ku ini.
Tidak juga dengan kamu.
Karena lukaku ini bisa sembuh oleh diriku sendiri.
Aku sadar bahwa menjauhi luka hanyalah akan memperpanjang rasa sakit ini.
Namun menyembuhkan luka, justru mau masuk dan merasakan sakitnya luka ini.
Ya...walaupun awalnya sangat berat dan begitu menyakitkan.
Menyembuhkan perlahan demi perlahan bagian yang terluka.
Disaat aku terus menyembuhkan luka ini, kehadiranmu sangat aku harapkan.
Photobucket

Kamis, 11 Agustus 2011

Aku yang rapuh #2

Kucoba tegar seperti batu karang di pantai...
Yang selalu terlihat kuat menahan gempuran ombak
Tetapi ternyata...
Aku tak setegar batu karang
Akupun jatuh tak kuat menahan gelombang masalah yang datang silih berganti
Tak mudah ternyata menjadi sebuah batu karang
Dan sampai detik ini aku belum setegar batu karang...

Kucoba kuat seperti baja...
Yang selalu terlihat kuat menahan gempuran palu
Ternyata aku tak sekuat baja...
Belum sempat aku menjadi baja
Aku sudah undur diri
Sakitnya tempaan hidup
Panasnya hati menahan emosi
Tak kuasa ku tahan
Ternyata proses yang tak mudah untuk menjadi baja
Dan kusadari aku belum sekuat baja...

Kucoba sebesar batu gunung yang berdiri kokoh...
Tetapi aku sudah menciut
Hatiku belum sebesar batu gunung
Kritikan, omongan, membuat aku sering sakit hati, masih menyimpan dendam, iri hati
Ternyata sangat susah menjadi sebuah batu gunung yang besar
Aku masih kecil dan terlalu kecil hatinya
Dan hatiku belum sebesar batu gunung...

Kucoba setenang air...
Namun ternyata aku tak bisa
Angin kehidupan sering mengombang-ambingkan aku
Aku begitu panik dan sering patah semangat
Kucoba terus selalu tenang
Tetapi selalu tak bisa
Rasanya mudah melihat pantai yang tenang
Namun ternyata tak semudah menahan angin yang datang
Ternyata aku belum setenang air...

Kucoba menjadi mentari...
Yang sepanjang hari senantiasa menyinari
Belum ada beberapa jam saja awan kelam sudah menutupi ku
Awan kelam akibat suasana hati
Suatu hal yang tak sesuai dengan keinginan
Dan masih banyak lagi awan-awan kelam yang ternyata aku buat
Ternyata sangat susah menjadi mentari
Dan aku belum bisa menjadi mentari...

Kucoba menjadi pelangi di langit...
Di mana setiap orang yang memandangnya selalu terkagum-kagum
Belum lama menjadi pelangi
hujan kembali datang menenggelamkanku
Aku belum pantas menjadi pelangi
Aku harus melalui lagi berkali-kali hujan
badai dan panasnya matahari lagi
Ternyata aku belum pantas menjadi pelangi...

Aku ingin menjadi keramik yang indah...
Yang dibentuk sesuka pembuatnya
Dan selalu mengundang decak kagum pembelinya
Tetapi belum sempat aku menjadi keramik yang bagus
Aku sudah jatuh dan pecah berkeping-keping
Kini sang pembuatnya masih setia memunguti kepingan-kepingan itu.
Untuk merangkai kembali menjadi sebuah keramik yang bagus
Ternyata aku tidak sempurna dan masih dalam proses menjadi keramik...
-siGal-

Total Tayangan Halaman

Persembahan Hati