Tampilkan postingan dengan label renunganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renunganku. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

Kasih Itu Mengampuni

























Kasih Itu Mengampuni

Ampunilah aku Tuhan atas dosa yang tlah ku lakukan
Karena aku tak berbelas kasihan
Pada mereka yang minta ku maafkan

Sungguh sulit hati ini ‘tuk mengampuni sesama kami
Bahkan mereka yang kami cintai
Berat memaafkan yang lukai hati

Kasih Mu oh, Tuhan slalu mengampuni,
memaafkan dengan tulus hati
Kasih Mu setia peduli
menyembuhkan yang luka hati
Ajarilah kami Tuhan
kasih Mu yang slalu mengampuni

 Musik/Lagu : C. Soeliandari Retno
Syair : YR. Widadaprayitna, SJ.

Senin, 30 April 2012

Tuhan, ajarilah aku mencariMu

Alone with God Pictures, Images and Photos

"Tuhan, ajarilah aku mencariMu...
karena aku tak dapat mencariMu...
kecuali kalau Engkau mengajariku.
Biarlah aku mencariMu...
dalam segenap kerinduanku.
Biarlah aku merindukanMu...
dalam pencarianku.
Tuhan...
Ajarilah aku mencariMu.
Amin."

-doa St.Anselmus dari Canterbury-




Sabtu, 28 April 2012

Terkadang Kita

color splash Pictures, Images and Photos

terkadang kita lebih sering berkata-kata daripada berbuat

terkadang kita mudah membuat luka daripada menghapus luka

terkadang kita lebih sering menunjuk hidung orang daripada menunjuk diri sendiri

terkadang kita lebih suka mencaci daripada memuji

terkadang kita lebih suka emosi daripada berdiam diri

terkadang kita lebih suka memerintah daripada melakukan sendiri

terkadang kita hanya menuai saja tanpa pernah menabur sedikitpun

terkadang kita lebih banyak memohon, daripada bersyukur

terkadang kita lebih pilih jalan yang salah, daripada jalan yang benar

terkadang kita menjadi sebuah duri, daripada sekuntum bunga mawar

terkadang hidup kitapun tak lebih baik dari hari yang lalu

Rabu, 25 April 2012

Kita sudah menjadi apa, saat teman kita lagi emosi?

forest Pictures, Images and Photos

Jika ditanya apakah kita pernah emosi? Hampir setiap orang pernah emosi. Emosi karena sesuatu hal yang ternyata tak sejalan dengan pikiran dan kehendak kita. Emosi karena suatu hal telah mengusik harga diri kita. Emosi karena sesuatu hal yang telah dituduhkan kepada kita, yang sebenarnya tak seperti itu keadaannya. Emosi karena melihat dan mendengar kejadian atau peristiwa yang ada di depan kita, walaupun sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan kita.

Orang yang lagi emosi, nampaknya akan mudah dikenali dan tampak dari luar. Nada dan perkataan yang mulai meninggi. Kepal tangan dan tak jarang sambil menunjuk-nunjuk ke muka orang. Gebrakan tangan, membanting barang yang ada didepannya atau merobek-robek kertas. Tak jarang pula perkataan yang tak pantas diucapkan, keluar dari mulut berjejer-jejer bak kereta api. Sumpah serapah, makian, ancaman terdengar nyaring ditelinga orang yang mendengarnya.

Ketika orang sedang emosi, hanya ada pembenaran yang paling benar di dirinya. Orang lain, dianggapnya tak benar. Apa yang dilakukannyapun terkadang bersifat spontan tanpa pikir panjang. Seringpula setelah melampiaskan emosi, orang tampak menyesal dengan apa yang telah mereka lakukan atau katakan.

Menyulut emosi memang sangat mudah, tak segampang orang meredamkan amarah. Sering digambarkan orang yang lagi emosi, dengan wajah memerah bak gunung yang mau meletus, hidung kembang kempis bak banteng yang lagi marah. Emosi yang memuncak membuat darah seakan mendidih dalam sebuah tungku panas yang siap untuk ditumpahkan.

Tau orang lagi emosi, seringkali orang-orang disekitarnya juga malah ikut menambah panas suasana hati. Memberi bumbu-bumbu yang membuat suasana menjadi panas. Sangat jarang dijumpai, orang-orang disekitarnya berperan menjadi pohon yang rindang buat berteduh. Pohon yang rindang dimana orang begitu nyaman dan tenang berteduh di bawahnya. Menjadi sebuah mata air yang sejuk, bagi setiap orang yang datang tuk mencuci muka dan melepaskan dahaga.

Kita sudah menjadi apa, ketika ada teman atau sahabat kita yang lagi emosi menghadapi suatu hal? Menjadi kayu yang ikut menambah besar nyala api ataukah mampu menjadi pohon yang rindang dan mata air yang mampu menyejukan dan menenangkan suasana hati? Ketika kita mampu menjadi pohon yang rindang dan mata air bagi orang yang lagi membutuhkan, tentu kita akan ingat pula saat kita sedang emosi. Saat emosi merasuki kita, ingatlah bahwa kita adalah pohon besar yang rindang. Jangan biarkan pohon rindang itu habis terbakar oleh emosi kita. Undurlah diri, dan coba tenangkan diri di bawah rindang dan teduhnya sebuah pohon yang lebih besar lagi.

Minggu, 15 April 2012

Lagi-lagi tentang rasa kecewa dan sakit hati

hearts Pictures, Images and Photos

setiap pribadi pasti pernah merasakan dikecewakan
tak jarang kekecewakan itu diungkapkan menurut pikiran dan kemauannya sendiri
selalu ada pembenaran diri sendiri mengenai hal yang diperbuatnya
walaupun tak selamanya benar di mata orang-orang yang melihatnya

kecewa memang hal yang manusiawi
rasa kecewa dan sakit hati yang semakin lama mulai bertumpuk membuat orang menjadi luka hati
rasa kecewa membuat suasanapun ikut berubah
rasa kecewa membuat mata rasanya sudah dibutakan
apa yang dilihatnya selalu membuat pergolakan hati, terlebih melihat pribadi yang pernah membuat sakit hati

rasa kecewa dan sakit hati membuat orang lain berkata, "ah, sudah lupakan dan maafkan dia."
bagi orang yang mengatakan tentu sangat mudah
namun berbeda ketika merasakan sendiri bagaimana dikecewakan dan disakiti hatinya
setiap pribadi mempunyai hati
namun setiap pribadi mempunyai "takaran hati" yang berbeda-beda
ada yang mengatakan, dia sungguh berbesar hati
ada yang berkata, aku itu memang kecil hati

rasa kecewa dan sakit hati yang ingin sembuh
membutuhkan kedewasaan hati
kedewasaan hati inipun terkadang tak dibarengi dengan bertambahnya usia
kedewasaan hati menerima rasa disakiti tanpa ikut membalas menyakiti
kedewasaan hati untuk mampu memaafkan dan melupakan hal yang membuat sakit hati...walaupun itu tak mudah dilakukan
kedewasaan hati untuk tak berbuat dan berkata-kata pedas, yang membuat orang tersakiti

setiap pribadi itu berharga dimata Dia
jika dimata sang pencipta setiap pribadi begitu berharga, lalu kenapa kita sering tak menghargai setiap pribadi yang ada?

*goresan kata hati ketika melihat, mendengar dan merasakan ada orang yang tersakiti dan saling menyakiti (150412)

Selasa, 10 April 2012

Karena ada kasih, "Segala sesuatu akan indah pada waktunya."

friendship gif Pictures, Images and Photos

Sering kali kita mendengar :
"segala sesuatu akan indah pada waktunya"
"Tuhan akan memberikan kita tepat pada waktunya"
"Mukjizat akan terjadi tepat pada waktunya"

Rasanya semuanya tidak akan terjadi begitu saja. Rasanya semua tak akan mudah terwujud begitu saja.
Jika kita tak berbuat apa-apa.
Jika kita tak berusaha sekuat tenaga.
Jika kita tak sepenuhnya percaya.

Mengharapakan Tuhan memberikan kepada kita tepat pada waktunya.
Namun terkadang kita sendiri tak mau menabur kasih tepat pada waktunya.
Menabur kasih kepada orang sering kali kita tunda.
Memberi maafpun sering kita menunda-nunda.

Kita ada karena kasih.
Kita dipilih karena kasih.
Kita ditebus oleh karena kasihNya kepada kita.
Jika karena kasih, sampai detik ini kita masih ada di dunia ini, tentu sudah sewajarnyalah kita tuk saling berbagi kasih.

Karena ada kasih, "Segala sesuatu akan indah pada waktunya."

Kamis, 05 April 2012

Ada kasih dalam Kamis Putih

Jesus Foot Washing Pictures, Images and Photos

kenangan yang selalu abadi
sebuah perjamuan suci
saat Kau memberkati
secawan anggur dan roti

sungguh rasa tak terperi
kasih cintaMu di hati
walaupun terjalnya puncak Kalvari
telah menanti Kau tapaki

Kau tinggalkan pesan abadi
akan sebuah kasih yang murni
kasih yang tulus tuk melayani
walaupun hati tak jarang ikut tersakiti

kehendakku ingin selalu dilayani
namun justru Engkau mengajarkan bahwa aku harus melayani
melayani dengan segenap hati
walaupun harus merasakan rasa pahit di hati

Senin, 02 April 2012

Begitu susahnya sepenuh hati

heart Pictures, Images and Photos

Melayani, mencintai dan berbuat kasih itu dengan sepenuh hati bukannya setengah hati.
Walaupun itu terasa tak mudah namun harus terus dicoba.
Karena ada persoalan lalu merubah sikap hati.
Awalnya mau niat sepenuh hati.
Namun ketika terbentur masalah menjadi berkurang perlahan demi perlahan.
Hingga tak terasa tinggal setengah hati.
Dihantam lagi masalah dan melihat keadaan tak sesuai dengan bayangan yang kita inginkan, mulai berkurang lagi dan lagi.
Dari yang tinggal setengah lalu menjadi se perempat hati.

Beruntung masih sisa sedikit, bayangkan jika tak ada sisa.
Hati menjadi kering dan mati.
Hati ini bukanlah sebuah lingkaran yang mampu dibagi-bagi sesuai dengan prosentase.
Hati ini bukanlah sebuah gelas yang berisi air yang lama kelamaan akan berkurang.
Hati ini sebenarnya seluas samudera.
Pengalaman pahit bagaikan segelas jamu yang dibuang di samudera.
Pahitnya jamu seakan tak berasa dengan luasnya samudera.

Janganlah mencoba mengecilkan peran hati.
Janganlah mencoba mengurang-ngurangi peran hati.
Biarlah hati itu tetap penuh, dan selamanya penuh.
Segala beban biarlah berlayar dan tenggelam dalam samudera hati yang luas.
Saat segala hal dilakukan dengan setengah hati, carilah bagian yang setengahnya itu di dalam diri kita.
Biarlah setengah itu menjadi penuh.
Dan pada akhirnya segala hal dapat dilakukan dengan sepenuh hati.
Tentu hal itu tak mudah dilakukan.
Butuh perjuangan dan keikhlasan diri, tuk menerima segala hal yang terjadi dalam diri kita.
Semoga segala pengalaman demi pengalaman hidup, membuat hati menjadi penuh.

Kisah si daun palma

Palm Ferns Pictures, Images and Photos

Aku hidup di taman kecil rumah sang majikanku. Tak tahu dulu majikanku memang sengaja menanamku, atau aku tumbuh begitu saja. Tiap sore aku jarang disirami, jika daun-daunku tumbuh tak beraturan aku hanya dibiarkan begitu saja. Pikir majikanku, mungkin aku akan kering, jatuh dan mati sendiri.

Hingga suatu hari, tangan sang majikanku memotong dan mencabut aku. Akupun merasa sedih harus berpisah dengan batang dan teman-teman tangkai daun yang lainnya. Tetapi tak apa-apa, asalkan aku berguna bagi majikanku. Entah mau digunakan apa aku ini, akupun tak tahu. Setelah dipotong, daun-daunku dibersihkan dan dibeberapa bagian sengaja dirapikan. Tak berapa lama, akupun dibawa oleh majikanku dalam sebuah peristiwa penting. Ternyata aku sungguh bahagia, aku menjadi bagian penting dalam peristiwa mengenang penyambutan sang raja. Banyak sekali tangan-tangan manusia yang melambai-lambaikan aku bersama teman-temanku. Ternyata aku tak sendiri, ada ratusan orang yang memegang dan melambai-lambaikanku. Tampak orang begitu gembira dan bangga termasuk diriku dan majikanku.

Semangat dan gembiranya orang seperti segarnya daunku yang berwarna hijau. Setelah pulang mengikuti peristiwa mengelu-elukan sang raja. Aku bersama teman-teman yang lainnyapun dibawa pulang oleh sang majikan. Ada yang sampai rumah cuma di letakan begitu saja di meja, ada yang di pasang di dinding rumah, bahkan malah ada yang dibuang.

Namun beruntunglah aku, karena aku dipasang di dinding. Di dinding inilah aku dapat menyaksikan tingkah polah majikanku. Semangat, suka cita yang diawal ku jumpai, kini hari demi hari mulai layu. Semangat mulai berkurang, suka cita kembali tak berasa. Rasanya sejalan dengan tubuhku yang mulai layu.

Hari demi hari, hingga akhirnya bulan demi bulan tubuhku juga sudah mulai mengering. Kulihat setelah semangat layu, tampak kini hati majikanku juga tampak kering. Hidup yang dijalani serasa gersang. Kering hati karena kulihat dari atas dinding, majikanku jarang berdoa, jarang menebarkan kasih.

Tak terasa sudah hampir satu tahun berada di atas dinding. Kotoran, debu dan sarang laba-laba mulai memenuhi tubuhku. Sudah tubuhku kering, ditambah kotoran berupa debu dan sarang laba-laba tentu tak menarik majikanku tuk memandang bahkan mendekat sekalipun. Nampaknya majikanku sudah lupa, dulu aku dibersihkan, dirapikan dan digunakan untuk mengelu-elukan sang raja. Sekarang aku hanya dicampakan begitu saja. Mungkin hati majikanku juga sudah penuh dengan noda dosa dan terselimuti dengan debu dan terhalang oleh kotoran-kotoran hati yang telah menumpuk.

Dan lama setelah aku diacuhkan, tiba-tiba suatu hari, majikanku mengambilku dan menurunkanku dari atas dinding. Entah apa yang akan diperbuat denganku. Akupun dibersihkan dihilangkan dari sarang laba-laba dan berbagai kotoran yang menempel di tubuhku.

Akupun dibawa oleh majikanku ke tempat aku sendiri yang tak tahu. Di tempat itu ternyata aku bertemu dengan teman-temanku. Sang majikan menjadikan dan mengumpulkan aku bersama-sama dengan teman-temanku. Kali ini kulihat sang majikan agak berbeda dengan hari-hari yang lalu. Tampak sikap tobat dan penyesalan yang dipancarkan. Kali ini aku melihat sang majikan benar-benar berbeda, dan akupun ikut senang.

Hingga tiba waktunya si jago merah membakar aku bersama teman-temanku. Tak ada rasa takut, marah yang kurasa melainkan kebahagiaan. Karena aku masih diperbolehkan melihat untuk yang terakhir kalinya, pertobatan sang majikanku. Kini aku tinggal menjadi abu. Dari abu inilah aku dapat menjadi pengingat sikap tobat bagi majikanku. Semoga pertobatan yang dijalani benar-benar pertobatan yang sejati. Bukan tobat yang kapok lombok.

Jumat, 23 Maret 2012

Ketika Saya Loncat Dari Jendela Kamarku

Ketika Saya Loncat Dari Jendela Kamarku


Kulihat pasangan serasi di lantai 10 sedang berkelahi saling memukul….
Kulihat si Lusi yang selalu tangguh dan ceria di lantai 9 sedang menangis….
Cindy di lantai 8 menangkap basah kekasihnya sedang bercinta dengan sahabatnya sendiri….
Meliawati tetanggaku di lantai 7 sedang minum obat anti depresi…
Di lantai 6, si Joni pengangguran masih sibuk mancari pekerjaan di Koran…
Pak Karso terhormat di lantai 5 lagi menjajal baju dalam isterinya…
Di lantai 4 Rosi dan pacarnya lagi berantem…
Pak Martin, si bapak tua di lantai 3 masih saja menunggu-nunggu ada orang yang mengunjunginya…
Sebelum aku meloncat ke luar dari jendela, ku pikir aku orang paling tidak beruntung di dunia ini…
Tetapi aku segera sadar, setiap orang punya masalah…
Dan setelah menyaksikan semua itu. Aku merasa hidupku tak seburuk yang kuduga…
Orang-orang yang tadi kulihat, kini menonton aku yang sedang meluncur ke bawah…
Setelah menyaksikan semua yang mereka lihat, merekapun sadar hidup mereka tak seburuk yang mereka sangka

Rabu, 21 Maret 2012

Satu pertanyaan, buat Tuhan

Praying Angel Pictures, Images and Photos
Jika suatu hari, aku diberi kesempatan untuk mengajukan satu pertanyaan buat Tuhan. Dan Tuhan sendiri, akan langsung menjawab pertanyaan yang aku ajukan. Hanya ada satu pertanyaan...

"Tuhan, apakah masa depanku akan bahagia?" Ah, nampaknya pertanyaan yang standart. bukankah bisa menghirup udara segar di pagi ini, masih diberi anugerah kehidupan dan kesehatan, apakah itu sudah bahagia? Kenapa aku harus tanya apakah masa depanku akan bahagia. Bukankah anugerah yang aku terima setiap saat itu, merupakan kebahagian tersendiri bagiku? Dan nampaknya aku harus ganti saja pertanyaan yang lain gumanku, dalam hati.

Tuhan, sampai umur berapakah aku hidup di dunia ini? Pertanyaannya terasa berat, namun sungguh berat mendengar jawabannya. Apakah aku sudah siap mendengarnya? Bagaimana jika aku belum siap? Bisa saja Tuhan berkata, cuma sampai esok hari kamu hidup di dunia ini. Dan aku merasa aku belum siap. Mendingan aku urungkan mengajukan pertanyaan itu. Dan ku ganti dengan pertanyaan lain.

Tuhan setelah aku mati, apakah aku masuk surga ataukah neraka? Lagi-lagi pertanyaan yang jawabanya terasa berat tuk didengar. Namun jika dipikir itu pertanyaan yang amat teramat bodoh, mengharapkan kelak berada di surga, tetapi sampai saat ini aku jarang menghadirkan dan menciptakan surga di bumi ini. Surga itu suasana penuh kedamaian. Jika keberadaanku sampai detik ini belum membawa kedamaian bagi sesamaku, bagi orang-orang yang berada di sekitarku, kenapa aku harus perlu tau kelak akan berada di surga atau di neraka? Alangkah baiknya jika aku terlebih dahulu menghadirkan dan membawa damai di bumi ini. Lebih baik, aku ganti dengan pertanyaan yang lain.

Tuhan, kenapa sih Engkau memilihku? Pertanyaan ini kuajukan karena Engkau pernah berkata, "bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilihmu." Lalu aku terdiam dan merenungkan pertanyaan yang barusan aku ajukan.
Sungguh malunya hati ini, kenapa aku hanya berkutat pada diri ini. Sudahkah aku melaksanakan perpanjangan tangan kasih Tuhan? Aku dipilih untuk menjadi saluran berkat dan kasih bagi sesama, namun ternyata aku belum mampu menghadirkan Tuhan bagi sesamaku. Belum mampu memberikan pengharapan bagi mereka yang putus asa, belum mampu menjadi penerang dalam kegelapan, belum mampu menghibur bagi mereka yang menderita...

Akupun bingung untuk mengajukan pertanyaan apa? Kulepaskan segala pikiranku...kuserahkan semua yang ada di dalam pikiranku, kecemasanku, beban-beban hidup, masa depanku dan segala persoalan hidup ini. Sungguh rasa damai dan tenang yang kurasakan. Aku terlalu fokus pada satu pertanyaan yang ku ajukan. Hingga melupakan siapa yang berdiri di hadapanku. Kusadari, tanpa aku mengajukan pertanyaan yang belum keluar dari mulut ini, ternyata Tuhan telah memberi jawabannya.

Dan akupun mengurungkan niat untuk mengajukan satu pertanyaan. Hanya ucapan "terima kasih Tuhan, karena aku boleh Kau perkenankan, menjadi anak-anakMu."

Rabu, 14 Maret 2012

selalu ada...

rainbow Pictures, Images and Photos

selalu ada setumpuk harapan di tengah berbagai macam pencobaan

selalu ada kekuatan di dalam menghadapi pergulatan yang berat

selalu ada seberkas cahaya di dalam kegelapan jalan

selalu ada doa dikala beban tak kunjung diringankan

selalu ada suaraMu yang senantiasa menyejukan keringnya jiwa

selalu ada pelangi sehabis hujan

selalu ada mukjizat jika kita benar-benar percaya

selalu ada uluran tangan dikala ku jatuh dan tak berdaya

selalu ada kasih yang tak pernah habis saat kita merasa lelah memberi

selalu ada bisikan maaf, kala kita sulit mengampuni orang lain

selalu ada damai di bumi ini...kala kita saling mengasihi

Jumat, 09 Maret 2012

kala ku tak berharga

lonely Pictures, Images and Photos

kala ku tak berharga lagi di mata orang...
terkadang disingkirkan...
sudah tak dianggap...
saat diacuhkan...
terkadang diabaikan...
terkadang ditinggal seorang diri...
dan tak jarang dilupakan...

tak perlu merasa berkecil hati...
walaupun itu bukanlah hal yang mudah tuk dilakukan...
akan terus terpuruk...
akan mudah rapuh...
akan mudah menangis...
kala semua itu berpusat pada aku...

ingatlah bahwa diri ini di cipta olehNya...
ubah cara pandang yang hanya berpusat pada aku, aku dan aku...
berpusatlah pada Dia yang tlah mencipta kita...
Dia yang masih memberi anugerah hidup...
Dia yang masih memberi rahmat kesehatan...
Dia yang masih tetap mencintai kita...
Dia yang masih senantiasa menyertai kita sampai akhir jaman...

walaupun tak berharga di mata manusia...
namun ku tetap berharga di mata Dia...





Minggu, 04 Maret 2012

Pegang tanganku

Jesus' outreached hand Pictures, Images and Photos

ulurkan tanganMu Tuhan
disaat aku hampir jatuh dalam jurang kekelaman

pegang tanganku Tuhan
dikala aku mencoba lari dariMu

topang tanganku Tuhan
dikala aku sudah tak kuat membawa beban hidup ini

ajari tanganku Tuhan
diwaktu aku tak mampu membuat sikap doa yang baik

pegang tanganku Tuhan
dikala aku tak mampu mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan

buka kepalan tanganku Tuhan
dikala aku dalam emosi

buka telapak tanganku Tuhan
dikala aku lupa tuk mengucapkan syukur

genggam selalu tanganku Tuhan
kemanapun aku melangkah





Jumat, 02 Maret 2012

Kenangan yang akan dikenang

memory lane Pictures, Images and Photos

Kenangan itu selalu luas dan tak terbatas.
Seperti ada jalan kenangan, tempat kenangan, lagu kenangan.
Hal yang berkaitan dengan kenangan selalu membuka akan lembar masa lalu.
Entah kenangan yang mengenakan ataupun yang tak menyenangkan.
Peristiwa yang membahagiakan, jika dikenang kembali akan mengulang senyum, tawa yang dulu pernah terjadi.
Namun kenangan yang begitu menyedihkan, tak jarang membuat orang yang mengenangnya kembali bersedih lagi, diam seribu bahasa dan tak jarang ada tetes air mata.

Diri kita yang lagi menulis dan merajut jalan kehidupanpun kelak akan menjadi sebuah kenangan bagi orang-orang yang mengenal kita. Entah kenangan apa yang akan kita tinggalkan bagi orang-orang di sekitar kita.
Lebih banyak kenangan yang mampu mengesan di hati atau malah justru lebih banyak mengoreskan luka hati?
Semoga diri kita kelak menjadi sebuah kenangan yang terindah, bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.





Rabu, 29 Februari 2012

Selamat datang kembali 29 Februari

Valentine February gif Pictures, Images and Photos

Hey selamat datang kembali tanggal 29 Februari...
Tak terasa sudah berada di penghujung bulan...
Namun kali ini terasa berbeda...
Engkau hadir kembali setelah 4 tahun menghilang...

Hey...kamu...
Sudahkah kamu mengucap syukur tuk hari ini...
Masih boleh diberi kesempatan melewati tanggal 29 Eebruari...
Mungkin saja ini tanggal 29 Eebruari terakhir yang boleh kamu lewati
Empat tahun lagi ke depan tak ada yang tahu

Benar juga tanggal 29 Eebruari...
Aku harus mengucap syukur....
Walaupun hari ini maupun hari-hari biasanya harus mengucap syukur...
Mengucap syukur atas hari yang tlah diberi...
Gimana kabarmu sendiri?

Empat tahun aku kembali datang lagi...
Semoga ada perubahan di dalam dirimu...
Tambah dewasa dalam perbuatan maupun dalam iman...
Lebih mengasihi dan menyayangi sesama...
Walaupun aku merasakan dunia sekarang ini terasa panas...
Semakin banyak orang yang egois dan memikirkan diri sendiri...
Aku berharap kamu tak seperti itu...

Terima kasih, akupun juga masih terus belajar, belajar dan belajar tentang arti hidup...
Semoga ada perubahan dalam diri ini yang kamu lihat...
Empat tahun merupakan waktu yang lama...
Tentu banyak pengalaman gembira maupun sedih yang ikut merubah dan membentuk aku...
Selamat datang lagi tanggal 29 Eebruari...
Semoga kelak aku masih bisa melewati di tahun-tahun mendatang...
Jika tidak...
Semoga hari ini...
Akan menjadi tanggal 29 Februari terbaik dalam hidupku yang boleh dikenang oleh waktu.





Senin, 27 Februari 2012

Hidup di dunia ini hanyalah sesaat

bird Pictures, Images and Photos

Hidup di dunia ini hanyalah sesaat...
Tak ada yang abadi hidup di dunia ini...
Akan ada waktunya kita kembali kepadaNya...

Waktu yang sesaat ini...
Apakah kita sudah benar-benar memanfaatkannya?
Ataukah kita masih belum menyadari bahwa hidup ini hanya sesaat?

Menyadari bahwa hidup itu hanya sementara, bukanlah sebagai hal ketakutan atau kekuatiran
Menyadari hidup sesaat, mengajarkan arti tentang pemberian diri.
Sudahkan kita memberikan hal yang terbaik bagi keluarga, sesama dan orang-orang yang kita cintai?

Hidup yang sesaat ini mengajari akan arti mengasihi.
Mengasihi tanpa batas...
Mengampuni tanpa batas...
Entah sudah tak terhitung orang bilang, "aku masih belum bisa memaafkan."
Masih sulit memberikan maaf bagi orang yang melukai kita.
Jika itu masih terjadi, ingatlah bahwa hidup ini hanya sesaat...
Berikanlah maaf, walaupun itu terasa berat...
Jangan sampai semuanya terlambat...

Kekerasan yang akhir-akhir ini sering terjadi, nampaknya cermin bahwa kita lupa bahwa hidup ini hanya sesaat...





Minggu, 29 Januari 2012

jalan yang terjal

amazing grace Pictures, Images and Photos

Entah sampai kapan jalan ini terus mendaki?
Sampai ujung perjalanan apakah jalan ini masih terasa terjal?
Ataukah tauambah semakin terjal?
Mungkinkah ada jalan yang landai di depan nanti?
Ingin rasanya beristirahat...
Ingin rasanya berhenti sesaat...

Jalan ini memang sudah aku pilih
Tak ada yang patut tuk aku sesali
Walaupun jalan ini memang tak mudah
Berbatu terjal dan penuh liku
Kanan kiri selalu terbentang jurang dan lembah yang dalam
Namun aku percaya
Aku tak berjalan sendiri
Aku percaya Dia selalu besertaku

Menemani dikala aku merasa sendiri
Mengangkat dan menopangku dikala aku terjatuh
Menghiburku dikala aku dalam kesedihan
Dan tak jarang pula Dia mengendongku dikala aku tak kuat melewati jalan yang terjal ini

Minggu, 18 Desember 2011

4 lilin itu sudah menyala

Photobucket

Bagaikan nyala lilin yang semakin terang
Semoga diri kita semakin diterangi oleh kasihNya
Dari terangNya yang kemilau indah
Semoga mampu menghalau kegelapan hati

Kini ke empat lilin tlah menyala
Sudahkah nyalanya menerangi hati kita?
Sudahkan nyalanya membuat hati kita menjadi terang bagi sesama?
Sudah layakah hati kita menyambut kedatanganNya?
Sudah siapkah diri kita sebagai palunganNya?

Dia tak menuntun kemewahan
Diapun tak mengharap kepura-puraan
hanya palungan kesederhanaan dan kerelaan hati

Dan pada saatnya kita membisikan dengan tulus
Dia yang berbaring dalam palungan hati kita
"Ya Tuhan aku tak pantas Tuhan datang dalam palungan hatiku
Namun bersabdalah saja maka aku akan sembuh"

Dan tinggal bersama Dia adalah sebuah kerinduanku
Photobucket

Total Tayangan Halaman

Persembahan Hati