Tampilkan postingan dengan label jarang pulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jarang pulang. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Mencicipi Kuliner Khas Yang Ada Di Kendari


Mencicipi Kuliner Khas Kendari
1. Sate Pokea dan Gogos
Pokea nama kerang air tawar di daerah Kendari, sate ini terdiri dari empat potong daging kerang yang diberi bumbu yang agak pedas. biasanya disantap bersama gogos (sejenis lemper tanpa ada isi yang dibakar). lebih mengherankan juga masyarakat sana makan satenya dengan sekali tarik, empat potong daging kerang langsung bablas masuk ke perut, tak takut kena tusuk itu mulut hehehe... saya makannya satu daging baru masuk perut....

 2. Pisang Epe
Pisa kepok yang dibakar setengah matang, lalu dijepit hingga pipih lalu dibakar lagi. stelah cukup matang baru pisang disajikan dengan disiram dengan lelehan gula merah. untuk rasa coklat diberi susu coklat dan untuk rasa keju taburan keju siap tersaji diatas pisang epe. makanan ini berasal dari Makassar, namun banyak dijumpai di kendari.

3. Minuman Sarabba
minuman dengan bumbu dasar jahe, gula aren, santan. rasa jika meminum sarabba hangat seperti kalau kita minum serbat di daerah jawa, biasanya cocok disajikan dengan pisang epe
4. Sinonggi
makanan khas Kendari berbahan dasar sagu, seperti papedanya milik orang papua. Sinonggi biasanya diletakan di dalam mangkok yang cukup besar. sebelum orang mulai menaruh racikan sinonggi tersebut didalam piring. terlebih dahulu piring yang akan kita gunakan untuk makan kita taruh dan racik sendiri dengan kuah ikan bersama pelengkap lainnya seperti jeruk nipis. baru setelah itu kita ambil adaonan sinonggi dengan dua sumpit ditangan kanan dan kiri. lalau mulailah kedua tangan menari membuat bulatan sinonggi. awalnya memang sulit untuk membuat bulatan sinonggi yang cukup besar didalam putaran sumpit. setelah bulatan sinonggi yang ada didalam sumpit terbentuk, barulah ditaruh di piring yang telah diberi kuah ikan. potong kecil-kecil sinonggi yang ada didadalam piring, campur dengan kuah ikan, lalu mualilah telan sinongginya, tanpa dikunyah langsung ditelan, wuiihhh yamiie....memang wujudnya seperti lem kanji, naum rasanya begitu enak jika dicampur dengan kuah ikan.
5. Pisang Goreng pakai sambel
di Jogja atau di Jawa mungkin aneh rasanya makan pisang goreng dengan cocolan sambel. namun jika kita berkunjung ke Kendari, jangan heran jika kita disajikan pisang goreng dengan cocolan sambel. bukan hanya pisang goreng, namun limpung (Jawa) ketela goreng dengan tepaung juga dimakan dengan cocolan sambel.





Jumat, 26 Juli 2013

Menikmati Golden Sunrise Di Bukit Sikunir Dieng

      
         
             Langit tampak cerah, bintang-bintang di langit tampak indah sekali menghiasi suasana menjelang pagi di daerah pegunungan Dieng. Berselimutkan hawa dingin pegunungan Dieng, langkah kaki kami akhirnya sampai di kaki bukit Sikunir desa Sembungan Dieng (2200mdpl). Desa Sembungan merupakan desa yang letaknya paling tinggi di pulau Jawa. Di pelataran parkir sudah nampak beberapa kendaraan roda empat dan roda dua dari para wisatwan yang hendak menikmati sunrise dipuncak bukit Sikunir. Karena hari masih gelap, maka kami harus berjalan menggunakan penerangan seperti senter. Bagi para pengunjung yang lupa membawa senter, di tempat ini juga ada penyewaan senter. Langkah kaki, setapak demi setapak menaiki jalan menanjak yang sudah cukup lumayan baik. Pijakan bebatuan yang disusun membantu para pengunjung menapaki bukit sikunir. Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, akhirnya sampailah di lokasi pertama tempat untuk menikmati sunrise. 

                Pemandangan yang sungguh luar biasa indahnya, memandang ke arah timur tempat sang surya keluar dari peraduannya. Perlahan demi perlawan, awan-awan putih mulai bercahaya terkena sinar matahari. Mulai dari warna orange, lalu berubah menjadi warna kuning dan berubah menjadi warna kuning keemasan. Dan akhirnya sang surya perlahan demi perlahan menampakan diri dengan indahnya. Menghalau gelap daerah sekitarnya menjadi terang. Tak salah jika daerah ini terkenal dengan golden sunrisenya, memang sungguh warna emas dari awan di langit yang dapat kita saksikan saat matahari mulai terbit. Sembari perlahan-lahan mentari yang mulai naik, di ufuk tenggara dapat terlihat gunung Merapi yang sedang mengeluarkan asap solfataranya, bersanding dengan gunung Merbabu. Sementara di samping kiri bukit Sikunir terpampang gunung Sumbing dan Sindoro berdiri dengan gagahnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya, makanya tempat ini disebut-sebut sebagai tempat terbaik di dunia dalam menikmati sunrise.  

                    Puas menikmati sunrise dan berfoto, janganlah lalu turun. Tetapi beranjaklah menuju ke puncak bukit sikunir. Dari titik pertama pengamatan, kita berjalan kurang lebih lima menit, kita akan mencapai puncak bukit Sikunir. Di puncak bukit ini pemandangan sungguh luar biasa indahnya. Di tempat ini banyak sekali puncak-puncak bukit yang dapat dijadikan kita, dalam menikmati keindahan sekitar bukit Sikunir. Di lokasi ini kita dapat berfoto seakan-akan kita dapat menyentuh gunung Sumbing. Di tempat ini kita bisa melihat telaga Cebog dari atas yang sungguh luar biasa indahnya. Jejeran pegunungan Dieng yang hijau, serta di kaki-kaki bukit hamparan tanaman sayur milik penduduk seakan memanjakan mata kita. Mentari yang mulai terik seakan memberi isyarat pada kita untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya yang masih ada di kawasan pengunungan Dieng. Rasanya belum lengkap ke Dieng jika belum menikmati golden sunrise di bukit Sikunir. 

“Gunakanlah waktu libur kita untuk menikmati indahnya gunung, hutan, dan pantai”

Selasa, 16 Juli 2013

Pantai Pok Tunggal





Pernah melihat pemandangan samudera Hindia dari atas ujung bukit yang terjal seperti yang ada di Pura Luhur Ulu Watu di Bali? Setiap orang  yang pernah ke Pura Luhur Ulu Watu tentu akan terkesan dengan lokasi Pura yang terletak diujung tebing, serta terkesan dengan pemandangan samudera Hindia dari atas bukit. Pemandangan tebing-tebing terjal, serta hempasan gelombang laut yang silih berganti menerjang bukit tentu sebuah kenangan dan pemandangan yang tak terlupakan. Ingin pergi kesana lagi, namun jarak dan biaya yang cukup besar yang menjadi penghalang? Tenang saja, kini ada obyek wisata pantai yang ada di kabupaten Gunung Kidul, yang menawarkan pemandangan seperti yang ada di pura luhur Uluwatu. Nama pantainya yaitu pantai Pok Tunggal.
Pantai ini merupakan satu rangkaian dari obyek wisata pantai yang sudah terlerbih dahulu terkenal seperti pantai Baron, Kukup dan Krakal. Jaraknya kurang lebih 300 meter dari pantai Indrayanti.  Sebuah papan penunjuk yang dibuat seadanya yang terletak di kanan jalan akan menghantar pengunjung menuju lokasi wisata pantai Pok Tunggal. Dengan menyusuri jalan setapak yang masih belum diaspal serta pemadangan kanan-kiri ladang penduduk  membuat perjalanan tambah mengasyikan. Kurang lebih 10 menit, akhirnya sebuah pemandangan laut lepas dapat kita nikmati.
Pemandangan tebing terjal  dan tinggi memanjang disebelah timur , dan sebelah selatannya laut lepas yang sunggguh indah. Pemandangan akan terasa indah dan menyerupai pemandangan saat kita berada di Ulu Watu Bali, dengan cara pengunjung  naik ke atas bukit yang cukup tinggi. Kurang lebih 10 menit perjalanan dari bawah dapat kita tempuh dengan berjalan menyusuri pinggir bukit. Jembatan yang terbuat dari bambu  akan mengantar pengunjung mencapai ujung bukit, dan untuk berjalan diatas susunan bambu, pengunjung harus berhati-hati agar tidak terpeleset. Rasa lelah menaiki bukit, akan segera sirna dengan pemandangan yang cukup indah dari atas bukit. Di atas bukit sudah dibuatkan dua buah gardu, sebagai tempat untuk beristirahat. Dari atas bukit kita dapat melepaskan pandangan mata ke arah selatan berupa hamparan laut lepas. Memandangan ke arah barat dapat melihat jajaran batu karang yang menjorok ke pantai.  Serta yang tak kalah indanhya memandang gelombang laut yang silih berganti  datang menghempas pantai dari atas.
Fasilitas di pantai Pok Tunggal juga sudah lengkap, homstay, warung makan, sarana kamar mandi sudah banyak tersedia. Jika pengunjung ingin menikmati pantai sudah disediakan fasilitas payung pantai serta satu lembar alas dengan membayar Rp.25.000,00. Jadi saat kita kangen dengan suasana Uluwatu cobalah pantai Pok Tunggal sebagai salah satu alternatif liburan kita.
“Gunakanlah waktu libur kita, untuk menikmati indahnya pantai, hutan dan gunung.”












 










Sabtu, 06 Juli 2013

Banyak Hal Yang Kita Jumpai Saat mendaki Gunung








Banyak hal yang akan kita jumpai saat kita mendaki puncak gunung. Seperti saat kami mendaki puncak Gunung Slamet. Di perjalanan naik kami, kami berpapasan dengan mahasiswa dari Jerman, yang sedang kuliah di UGM. Dia mendaki seorang diri, dan baru pertama kali naik gunung Slamet. Alasan dia mendaki ingin membuktikan bahwa tulisan tentang jarak pendakian ke gunung Slamet itu benar atau salah. Memang banyak sekali tulisan entah dari blog pribadi bertebaran dimana-mana, yang menuliskan proses lamanya pendakian ke gunung Slamet. Ternyata setelah dia cerita, mendaki gunung Slamet jauh berbeda dengan apa yang ia baca. Lamannya waktu dan medan yang berat. (niat amat tuh bule…..)


Saat perjalanan mendaki, juga saya temui seorang ayah yang mengajak anaknya laki-laki umur enam tahun untuk mendaki. Mereka merupakan salah satu rombongan dari Jakarta. Dari basecamp sebelum saya naik, saya melihat anak tersebut berjalan dengan digandeng sama ayahnya. Lalu kami bertemu lagi diperjanalan menuju pos 2, terlihat anaknya itu sudah tidur kelelahan dipangkuan sang ayahnya. Tak tahu apakah mereka melanjutkan perjalanan ataukah turun lagi ke basecamp.  (duh ayah yang gaul tapi….kok ya gak kasihan sama anaknya tho yah…..)

Hal lucu lainnya saat perjalanan ada serombongan orang yang sudah nyampe ke pos  7 harus turun lagi ke pos lima dikarenakan pos tujuh penuh tak ada tempat untuk mendirikan tenda. Padahal di pos lima juga sudah penuh tenda…tak tahu mereka jadinya mendirikan tenda dimana akhirnya…..(kalau jadi aku…ngapain harus turun lagi, sudah capek2 naik, kok turun, padahal mau ke puncak….kalu tidur yang tinggal tidur saja seperti kami….yang tidur beralaskan matras dan beratapkan bintang-bintang langit…dan kami memutuskan untuk tidur di pos enam, yang kecil…)
Kelucuan juga terjadi di puncak…banyak orang-orang mendaki dengan atribut yang unik..terlihat ada yang memakai serangam lengkap seorang polisi militer, lalu ada yang memakai toga. Ada juga orang yang melakukan ritual, membakar dupa sambil berdoa. Dan hampir semuanya pada narsis sendiri-sendiri foto-foto.

Hal yang menurut aku kurang tepat adalah melihat orang yang memasak di puncak gunung.  Dipuncak gunung itu kita diberi kesempatan untuk menikmati, memandang , dan mensyukuri karunia ciptaan sang Pencipta, serta bersyukur dapat sampai kepuncak dengan selamat. Kenapa kita harus menyibukan diri dengan memasak? Selain itu akibat kita memasak, tentu banyak sisa kotaran walaupun kecil yang akan tertinggal. Seperti sisa tisu, tumpahan air susu, tumpahan minyak walaupun sedikt tentu akan membekas di tanah. Lagian di puncak gunung orang juga tak akan berlama-lama, mengingat asam belerang yang terus membumbung dikeluarkan oleh kawah gunung Slamet. Ingat ya sudah menjadi tradisi serta cerita dari simbah-simbah kita dulu bahwa puncak gunung itu adalah tempat yang suci. Jadi jangan sekali-kali kita mengotori atau meninggalakn sampah di gunung, apalagi di puncak gunung,
-sigal-

Senin, 24 Juni 2013

Air Terjun Bayunibo Pajangan Bantul




Menyusuri  perbukitan daerah Bantul di bagian barat dapat menjadi sarana alternatif kita untuk melepaskan rutinitas harian.  Selain jalan yang relatif sepi, tak panas karena banyak pohon-pohon yang tumbuh hijau, serta pemandangan yang indah .   

Daerah ini juga selain ada obyek wisata yang sudah cukup terkenal Gua Seloarong. Kita juga dapat menjumpai  curug/air terjun Banyunibo.  Untuk menunju ke lokasi air terjun Banynibo di dusun Kabrukan Kulon desa  Sendang Sari Pajangan Batul, dengan jarak kurang lebih 1,5jam dari kota jogja ini, kita tinggal mengikuti jalan yang ada di perbukitan daerah Guwosari. Supaya tak tersesat, kita  tanya kepada penduduk yang kita jumpai dan rasanya mereka semua mengetahuinya.
 
Lokasi ini sekarang cukup ramai. Maka tak heran banyak sekali penduduk yang mulai membuka warung di sepanjang jalan menuju ke lokasi air terjun. Air terjun dengan dua sisi morfologi yang berbeda. Dimana sisi yang kiri aliran air langsung jatuh menyusuri lereng yang cukup curam dimana dibawanya terdapat genangan air yang cukup dalam. Sehingga dibagian ini sering digunakan untuk pengunjung lompat dari atas. 
 
Sedangkan sisi yang kanan, aliran air mengalir menyusuri seperti undak-udakan tangga yang tersusun secara alami. Makanya tempat ini paling banyak digunakan orang untuk foto-foto serta untuk tempat naik menuju ke atas air terjun.

Sesampainya di atas air terjun, kita dapat menyusuri sungai dengan sekali-kali kita foto, mengingat  banyak sekali background-background alami yang sungguh indah untuk dijadikan latar kita berfoto.
-sigal-

Menikmati Indahnya Air Terjun Sidoharjo Samigaluh Kulon Progo







Perbukitan Menoreh selain menampilkan keindahan pemandangan alamnya, juga tersimpan banyak sekali obyek wisata air, seperti  air terjun Sidoharjo. Lokasi yang boleh dibilang tersembunyi ini, sebenarnya mudah untuk diakses. Jika kita  telah puas menikmati  keindahan pemadangan alam dari puncak suroloyo, dan hendak pulang  alangkah baiknya terlebih dahulu mampir ke air terjun Sidoharjo. Jarak dari puncak Suroloyo ke air terjun Siodoharjo, dapat ditempuh kurang lebih  30 menit.  


Untuk orang yang pertama kali mencari obyek wisata ini, mungkin akan kesulitan, selain karena akses jalan menuju ke tempat itu berupa jalan kecil yang tersembunyi. Jika sudah menemukan masjid dengan halaman yang cukup luas, masuk saja karena disamping  bagunan tersebut terdapat akses jalan kecil untuk menuju ke rumah penduduk. Jika sudah mentok menemukan rumah penduduk satu-satunya ditempat itu. Kita dapat memarkirkan kendaraan kita dihalaman rumah penduduk tersebut. Lalu kita lanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 250 m, menyusuri jalan setapak yang kecil. 

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, kita dapat menemukan air terjun Sidoharjo. Dengan ketinggian kurang lebih 35 meter, pengunjung dapat bermain air sepuasnya.  Makanya untuk mengunjungi  tempat ini jangan lupa untuk membawa pakaian ganti ya…..


































 
-sigal-

Total Tayangan Halaman

Persembahan Hati