Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Kebersamaan kita

best friends Pictures, Images and Photos

Ada canda tawa dalam sebuah kebersamaan.

Ada derai tangis air mata dalam sebuah kebersamaan.

Makan tak makan asal kumpul.

Saling berbagi, saling memberi dan saling menerima.

Saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

Tak ada niat untuk menyakiti.

Kritikan, masukan, walaupun terasa berat dan pahit namun harus tetap dikatakan.

Kebersamaan tak pernah berakhir walaupun jarak memisahkan.

Ada hati yang selalu menghubungkan satu sama lain.

Ada hati yang selalu bertaut satu sama lain.

Terima kasih kebersamaan...

Aku begitu banyak belajar darimu...
Photobucket

Rabu, 02 November 2011

rona persahabatan

Friend Quote Pictures, Images and Photos

Apa yang kita alami demi sahabat kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur, disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar, diabaikan, dibantu, ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tak menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Diamnya seorang sahabat, bukan karena dia sudah enggan atau malas menyapa, tetapi lebih ingin menggunakan hati buat menyapanya secara lebih dekat.

Rabu, 26 Oktober 2011

Tetap Swemangad Sahabatku

happy birthday Pictures, Images and Photos

Lilin di atas roti ulang tahun telah menyala
Menyala menandakan bertambahnya usiamu
Sebaris kata diucapkan dalam hati sebelum kau tiup lilin
Seiring engkau meniup nyala lilin
Orang-orang terdekatmu menyanyikan lagu "Tiup lilinnya"
Pengalaman itu mungkin sudah lama berlalu

Di hari ulang tahunmu hari ini
Mungkin tak ada lagi lilin di atas roti
Tak ada lagi teman-teman yang menyanyikan lagu "Tiup lilinnya"
Namun selalu ada doa yang dipanjatkan kala usiamu bertambah
Doa ku juga senantiasa teruntai buat mu
Semoga engkau senantiasa berbahagia
Berbahagia kala engkau menapaki perjalanan hidup yang tak begitu mudah

Dan di pagi ini bersama mentari yang bersinar
Ku ucapkan selamat ulang tahun buat sahabatku
Bersinarlah terus dan jangan pernah redup semangatmu
Jangan pernah surut rasa percaya yang kau miliki
Semoga segala cita, harapan yang belum tercapi kan segera terwujud
Selamat bertambah umurmu kawan...
Photobucket

Sabtu, 11 Juni 2011

Lakukanlah hari ini

Sering kali aku mendengar orang-orang berkata bahwa mereka ingin membantu sesama dan pelayanan suatu hari. Mereka ingin melayani dengan mengajar anak-anak yang kurang mampu, memberi makan yang kelaparan, ingin terlibat aktif dalam berbagai pelayanan, berkumpul bersama teman-teman. Ketika besok saat mereka memiliki uang, waktu dan sebagainya.
Tetapi, seringkali besok menjadi minggu depan, minggu depan menjadi tahun depan, dan tahun depan menjadi "pada saat anak-anak telah dewasa" atau pada saat saya sudah pensiun."
Tidak peduli apa yang ingin Anda lakukan, mulailah hari ini juga. Siapa yang tahu akan hari esok?

Egosentris ke Theosentris

Egosentris ke Theosentri
Spirit beradorasi :
Dengan beradorasi kita dilatih untuk melakukan suatu lompatan, yaitu mencoba keluar dari keegosian kita. Yang dulu pusatnya selalu aku,aku dan selalu aku. Bahwa akulah yang berperan besar, akulah yang mengatur, akulah yang paling benar coba kita tinggalkan dan diubah Tuhanlah yang menjadi pusatnya (theosentris).Theosentris artinya berpusat pada Allah termasuk dalam pengenalan akan kebenaran. Orang yang theosentris adalah orang yang tidak bersumber kebenaran pada dirinya sendiri. Mulai mendengarkan apa yang dikatakan Allah terhadap diri kita,keluarga kita dan orang-orang disekitar kita. Dampak dari adorasi, kita tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, tidak mudah sakit hati. Karena saya telah terbiasa kehilangan diri saya karena saya adalah milik Tuhan. Hidup menjadi lapang dada dengan selalu berpengharapan karena saya adalah milik Tuhan. Apa yang terjadi akan selalu saya utarakan kepadaNya. Itu semua didapat tidak instan, tetapi dibutuhkan ketekunan beradorasi secara rutin.
-siGal-

Jumat, 10 Juni 2011

Wanita-wanita tua pencari sawo

Wanita-wanita tua pencari sawo

Dengan sepeda onthel, pakaian kebaya lengkap dengan jarik dan caping di kepala, sekelompok wanita-wanita tua mulai menyusuri dari kampung ke kampung mencari pohon sawo untuk diambil buahnya. Biasanya terdiri lebih dari 3 orang dalam satu kelompok. Kelompok mereka mungkin sudah punya jadwal. Untuk bulan ini di kampung A, bulan depannya ke kampung lainnya. Profesi ini bukannya tanpa resiko, dengan memakai jarik wanita-wanita yang sudah tidak muda itu naik di pohon sawo yang tingginya lebih dari 6 meter. Terpeleset, pegangan kurang kuat atau ranting dan cabang yang patah sewaktu-waktu mungkin bisa terjadi. Dengan tali tampar dan tenggok buat menaruh sawo, wanita tua itu dengan mencincingkan jariknya, mulai naik perlahan-lahan. Berpindah dari satu cabang ke cabang lainnya guna memenuhi isi tenggok. Sementara itu tugas yang di bawah menerima tenggok-tenggok yang berisi sawo. Kemudian dicucinya sampai bersih. Satu karung dua karung penuh biasanya mereka bawa pulang, tapi itu semua tergantung dengan berapa jumlah pohon yang dipanjatnya. Pemilik pohon sawo pasti juga tidak pernah berpikir bahwa biarlah sawo yang ada di pekarangan rumahnya biar aku panen sendiri saja. Mungkin yang punya memanjat pohon saja tidak berani, lagian juga buat apa tar sawo-sawo yang didapat, apakah sempat menjualnya sendiri di pasar? Ah, tentu tidak mau. Jadi profesi seperti wanita-wanita tua tadi sangat dibutuhkan buat mengambil sawo yang sudah matang. Mereka itu tidak kita panggil, tapi mereka tau kapan buah sawo itu matang dan siap di panen.
Tapi keprihatinanya sekarang sangat jarang ada serimbunan pohon sawo di lahan terbuka. Lahan-lahan itu sudah ditebangi dan dirubah fungsinya menjadi bangunan rumah, toko, dan bangunan lainnya. Masih ingat ketika beberapa waktu yang lalu, sering terjadi angin kecang, banyak sekali orang yang memotong pohon-pohon yang tinggi, dan tak jarang pohon sawo juga ikut terpotong. Setiap hari wanita-wanita tua itu akan terus berkeliling mencari lokasi di mana ada pohon sawo. Salut buat wanita-wanita tua pencari sawo, semoga pohon sawo masih ada di daerahku, di daerahmu...dan di atas bumi ini.
-siGal-

Ibarat Plester Penutup Luka

Penutup luka
Ketika kita luka entah itu di tangan atau di kaki sering kali kita menutupinya dengan plester penutup luka. Dengan plester penutup luka, bisa menghentikan darah yang luka, bisa melindungi luka, dan bisa menutupi luka. Ketika luka itu telah membaik, lalu orang membuang plester yang menutup lukanya selama ini.
Begitupula sahabat itu ibarat plester penutup luka. Sering di butuhkan ketika seseorang lagi ada masalah, selalu ingin ada bersama dalam menghadapi masalah. Tetapi ketika kegembiran dan suka cita datang sering kali sahabatnya dilupakan dan mungkin dicampakan, dibuang seperti plester yang sudah tidak ada gunanya. Tetapi sebagai sahabat sejati, dia tidak menyimpan dendam dan luka kepada dia yang telah menyampakannya. Sewaktu-waktu temannya ada masalah dan ingin berbagi cerita dia selalu ada. Ibarat seperti plester pembalut luka yang siap sedia kapanpun, dan selalu siap sedia jika dilupakan dan ditinggalkan.
-siGal-

Kamis, 09 Juni 2011

Manis Kau dengar

MANIS KUDENGAR

Ya Tuhanku, aku hendak bernyanyi bagimu selama ku hidup
Ya Allahku, aku hendak bermazmur bagimu selagi ku ada
Ya Tuhanku, aku hendak bernyanyi bagimu selama ku hidup
Ya Allahku, aku hendak bermazmur bagimu selagi ku ada
Inilah yg kurenungkan, setiap waktu
Nyanyian pujian dan pengagungan kepadaMu
Biarlah manis Kau dengar Tuhan, manis kau dengar Tuhan
Dan hatiku bersuka karnaMu

Mendengarkan lagu ini, ku teringat dengan salah satu ibu yang selalu ikut di dalam kelompok koor misa sore(Evening Choir) di gereja Kotabaru. Setiap hari beliau ikut koor bukan hanya di misa sore, tetapi di misa pagi(Morning Choir) beliau juga ikut. Kenapa kok beliau mau ikut ambil bagian di kedua kelompok koor itu? Dan mungkin jawabanya ada dalam lirik lagu diatas (itu jawaban yang ada di dalam benakku).Dan lirik lagu di atas menggambarkan ibu tadi "Ya Tuhanku, aku hendak bernyanyi bagimu selama ku hidup" sudah lama ibu itu telah tergabung dalam komunitas itu. Yang pasti pelayanan ibu tadi selalu membuat aku kembali semangat lagi ketika aku merasa bosan dan letih. Dan entah berapa lama lagi aku masih bisa bernyanyi bagiMu Tuhan?
-siGal-(sambil mendengarkan lagu nikita)

Penjual jamu dan penjual jenang

penjual jamu melayani pembeli
"Penjual jamu dan penjual jenang"

"Jamu...jamu...jamune bu.., mbak jamune mboten...?" suara yang memecah pagi menjelang siang. Suara seorang ibu yang menjajakan jamunya. Ada beberapa pelanggan yang selalu rutin beli jamunya. Dengan naik sepeda, jamu diletakan di belakang. Botol-botol dari bekas air mineral di isi dengan berbagai macam jamu. Ada jamu kunir asem, beras kencur, godhong telo, paitan dsb. Biasanya ibu tadi menjajakan jamunnya sekitar pukul 9 pagi.
Menjelang sore hari sekitar pukul 3. Terdengar suara "jenang...jenang...jenange bu...jenange mbak..." seorang ibu menjajakan jualannya sambil menuntun sepeda keliling kampung. Jenang yang dijajakan berupa jenang sumsum, dengan monthe dan juruh gula merah. Dengan uang seribu, penjual itu tetap melayani setiap pembeli yang datang.
Begitulah setiap hari berbagai macam penjual lewat di rumahku, salah satunya penjual jamu di pagi hari dan penjual jenang di sore hari. Aku baru sadar ketika sore hari ada pembeli yang beli jenang sambil menanyakan, "lho mbak, tadi pagi gak jualan jamu po mbak?"" "Jualan kuq...lha mbak é, tadi dipanggil-panggil tidak keluar. Saya kira pergi." jawab ibu penjual jenang. Baru detik itu aku sadar bahwa ternyata penjual jamu dan jenang itu orangnya sama. Karena selama ini aku hanya dengar suaranya saja yang tiap pagi dan sore, tanpa memperhatikan detail orang yang jualan. Maklum juga karena aku jarang beli hehehe. Lalu aku berpikir kalau pagi jualan jamu dan sore hari jualan jenang wah tentu capek sekali. Pagi-pagi sekali udah buat jamu. Pulang dari jualan jamu, buat jenang. Belum lagi keliling dari kampung ke kampung buat menjajakan jualannya pagi dan sore. Pulang malam hari, lalu bersih-bersih tempat jenang. Dan persiapan buat bikin jamu. Wah...gak kebayang capeknya. Pernah ada orang yang bertanya kepada ibu yang jualan jamu dan jenang itu. "Lha mbak e ora kesel po, esuk dodolan jamu, sore ne dodolan jenang?" Lalu aku masih ingat jawaban ibunya tadi. "Lha nek ra ngono, ra cukup dienggo 'urip' je..."
-siGal-

Kehidupan itu...

Kehidupan ini adalah sebuah perjalanan mendaki. Tak peduli dari mana kita mulai atau mau ke mana kita pergi. Yang pasti dibutuhkan usaha untuk mencapai tingkat selanjutnya. Jika kita tidak bersedia memaksakan diri, sesuaikanlah diri kita dengan lingkungan tempat tinggal kita. Bisa jadi, kita akan berada di sana untuk waktu yang lama, sebelum kita melanjutkan ke tingkat selanjutnya.

Rabu, 08 Juni 2011

Tujuan yang unik

"Tuhan menginginkan tujuan yang unik dalam hidup kita, bukan tujuan biasa. Kita tidak tahu ke mana Dia mengarahkan kita, namun hanya ada satu cara agar sampai di sana. Ikuti saja ke mana Dia pimpin dan serahkan segala kekuatiran dan kecemasan kepadaNya"

Belajar dari pohon Benguk

Belajar dari pohon benguk.

ferd.wakidjan

“Nembe ndhangir taneman pak!” ( baru menyiangi tanaman pak) tanya seorang pemudi dengan ransel dipunggungnya kepada seorang petani di tanah pertanian kering di Wonogiri. “Nggih nak, menika kersanipun mawoh mangke.” ( Ya nak , ini biar berbuah nanti) jawab bapak tani. Ternyata bapak tani tersebut sedang marawat tanaman kacang benguknya. Tidak lama berselang , pemudi tadi terkaget-kaget, karena bapak tani mulai mamangkas beberapa pohon benguk yang subur satu nyari ( setebal jari) di atas tanah. Karena tidak masuk di akalnya, pemudi tadi yang masih dalam kekagetannya bertanya lagi. “ Lho pak tanemanipun kok malah dipun rit?” ( Lho pak tanamannya kok malah dipotong) sambil mendekat. Ternyata bukan hanya satu batang yang di”rit” ( dipotong dengan arit). Bapak tadi menjawab, dengan masih memegang batang beeguk yang habis dipotong, ” menika kersanipun noyani taneman sanesipun, margi sampun mangsa ketiga, mangke rak saget gesang sesarengan.” ( ini biar memberi air kepada tanaman lain, karenm asekatang sudah musim kemarau, nanti kan bisa hidup bersama).

Dari kejadian ini, pemudi baru paham maksud bapak tani. Larikan pohon benguk yang teratur di ladang, akhirnya beberapa batang yang tumbuh subur dipotong. Dari irisan batang benguk ternyata menetes getah( tlutuh) berupa air. Air ini mengucur sedikit demi sedikit membasahi tanah di kanan kirinya. Dari kucuran air ini, lahan yang kering sedikit demi sedikit menjadi lebih basah. Air kucuran inilah yang menjadikan pohon-pohon benguk yang lain tetap bisa tumbuh di musim kemarau. Pak tani setiap pagi menengok tanaman benguk. Hari –hari berselang tumbuh bunga dan akhirnya berbuah. Ini artinya tinggal menunggu tua, dan panenlah pak tani.

Sampai di rumahnya yang sederhana di Yogyakarta, pemudi hitam manis ini merenung. Beraneka ragam pikiran muncul di angan-angannya. Akhirnya ketemulah makna kejadian di lahan Wonogiri tadi. Menurutnya ada yang baru dari kejadian itu. Pohon benguk kok bisa menolong sesama. Pohon benguk kok rela mati untuk sesamanya. Akhirnya ditarik simpulan :” Dalam keadaan sulit, manusia harus ada yang rela mengorbankan diri.” ” Seperti pohon benguk di daerah kering, di musim kemarau, ada yang rela dipotong , mati untuk sesamanya.”
Mak supaya sebuah organisasi bisa hidup maju dan berbuah, harus ada anggotanya yang rela berkorban. Ternyata pikirannya, menerawang ke atas;
” O iya ya, Tuhan Yesus saja rela wafat di kayu salib demi keselamatan umat manusia”. Pikirannya tidak ber henti di situ, masih memikirkan apa yang bisa diperbuat. Tidak tahu bagaimana asal mulanya, pemudi ini sampai sekarang bergelut dengan anak-anak jalanan. Wira wiri ke beberapa rumah singgah untuk mendampingi anak-anak yang kurang beruntung. Sekali waktu ia tidak bisa hadir di kantor tepat waktu, dan dari sana telepon,” Nyuwun pangapunten kula nembe nenggani lare rumah tinggal operasi usus buntu wonten griya sakit pralila, kula telat.” ( Maaf saya baru menunggui anak rumah tinggal opersi usus buntu di rumah sakit manti saya terlambat).
Maaf mbak pengalamanmu saya tulis untuk sesama.

Apa arti sahabat?

Jika ditanya apa arti sahabat?
Orang yang paling membuat kamu bisa tertawa?
Seseorang yang dapat memberi kamu nasihat terbaik?
Tidak!!!
Dialah orang yang membantu kamu mencapai potensi. Terkadang orang itu membuat kamu tertawa dan merasa tentram. Tetapi disaat lain, dia menatap mata kamu dan memberitahukan apa yang tidak ingin kamu dengar.
Seorang sahabat sejati bersedia membantu, apapun resikonya agar kamu menjadi orang yang seperti Tuhan inginkan.

Selasa, 07 Juni 2011

Penjual di kereta api

Orang-orang Tangguh

Di tengah orang lain terlelap...
Di tengah orang lain jalan-jalan...
Di tengah orang-orang sibuk menghabiskan malam di cafe...
Di tengah orang asyik nonton tv...
Tak terbayang dengan orang-orang yang cari makan di tengah malam. Dari usia Bapak, ibu serta orang-orang muda menjajakan makanan, minuman di dalam kereta api. Dari stasiun satu ke stasiun yang lain. Berjalan di antara tempat duduk penumpang dengan membawa beban berat. Suara bel di stasiun sering menjadi penanda kereta segera berangkat, dan itu menandakan mereka harus turun. Entah mereka laku jualan apa tidak. Sering mereka ikut di dalam kereta sambil terus menjajakan dagangannya, dan sampai di stasiun berikutnya turun. Dan berganti ke kereta api menuju ke tempat mereka pertama kali menjajakan jualannya. Jam satu malam ditengah-tengah orang enak-enaknya tidur, mereka banting tulang demi menghidupi keluarga mereka. Dan aku hanya bisa menghela nafas, ya inilah hidup.
-siGal-

sahabat

Sahabat :
S : Saya
A : akan selau
H : hadir bersama kamu
A : ada
B : bersama dalam suka dan duka
T : tangis, tawa kan selalu kita ingat tuk selamanya.
-siGal-

siang hari bersama sahabat

Siang hari bersama Sahabat

Dikeluarkanlah mp3 player yang usang, dan coba didengarkannya sembari istirahat makan siang. Sudah lama gak mendengarkan lagu-lagu dari mp3 player yang dibelinya sejak 3 tahun yang lalu. Lama gak didengarkan mungkin sudah 2 bulanan. Untung saja batterynya masih tiga strip, jadi gak perlu dicharge. Tapi ada satu kendala kecil yang didapatinya yaitu ear phonenya ternyata rusak yang sebelah kiri, jadi suara yang dihasilkan tidak sebagus yang diharapkan. "Hey, tumben siang-siang ndengerin mp3 player" tanya temannya yang baru datang sambil membawa batagor. "Iya ini, cuma lagi pengen ndengerin aja, soalnya daripada bengong" "emang lagi ndengerin lagu apa?" Tanya temannya. "Yang jelas bukan lagu yang lagi nge trend sekarang ini." "Wah pasti lagu-lagu lawas ya...?" "Iya dong jelas...lagunya Panbers sampai lagunya Nike Ardila. Gimana mau ikut ndengerin...? Kalau mau, km beli dulu earphone yang baru mengingat yang lagi aku pakai ini rusak yang sebelah kiri." "Halah...gak ah...tar aku cepet tua gara-gara ndengerin lagu-lagu kamu." "Aku tambahin...sama satu lagi, kamu cepet tua jika deket-deket dan bergaul dengan ku. Sana jauh-jauh denganku." Sembari guyon mindahkan menu makan siang di meja satunya.
-siGal-

Senin, 06 Juni 2011

"awal hari di minggu dan bulan yang baru"

Awal hari, kenapa harus diawali dengan keributan?

Bukankah setelah libur panjang, pikiran dan kesenangan kita sudah terpuaskan? Ataukah awal hari ini justru rasa capek akibat libur kemarin yang baru terasa? Ataukah uang dah habis gara-gara libur kemarin? Kalau libur panjang justru menjadi biang keladi keributan, mending gak usah aja ada libur panjang... Tuh...kan malah nyalahiin hari ? Hari itu gak salah? Kasihan lho kalo ada nama Hari, pasti dia marah. Yang salah itu justru kita, yang mungkin lupa bahwa aku masih hidup bukan untuk hari libur saja, tapi untuk hari-hari berikutnya.
Awali hari di awal minggu, di awal bulan yang baru dengan penuh syukur, walaupun capek, gak punya uang, tetapi tetap swemangad...dan tidak boleh marah-marah. Tetap bekerja dengan penuh syukur dan swemangaad kawan.

-siGal-

Minggu, 05 Juni 2011

coretan di hari Minggu

Hari Minggu...

Hari yang ditunggu-tunggu...
Ketika datang hari minggu...
Janganlah hanya duduk termangu...
Atau sendirian ngguya-ngguyu...
Lebih baik gunakan untuk merayu....

Tinggalkan fb,twitter dan hp mu...
Waktunya untuk saling bertemu...
Bertemu dengan Tuhanmu...
Yang tlah lama menunggumu...

Bertemu dengan sahabat sejatimu...
Tuk membagi senang dan sedihmu...
Tuk mendengarkan keluh kesah sahabatmu...
Dan kamu...
Adalah sahabatku...
-siGal-

Sabtu, 04 Juni 2011

Seberkas cahaya Senthir

Dari senthir menjadi lampu neon

Teringat waktu aku kecil. Ketika malam datang, nyala lampu senthir atau teplok yang menemani kami melewati malam hari. Dengan bahan bakar minyak tanah yang diisi penuh, dapat menemani kami sepanjang malam. Bagian senthir sendiri terdiri dari tiga bagian. Bagian bawah tempat minyak tanah, bagian tengah tempat sumbu dan bagian atas yaitu kaca yang berfungsi agar nyala api tidak mati terkena angin. Sudah tak kehitung berapa kali kaca tempat senthir itu pecah. Biasanya pecah karena terjatuh, dan biasanya langsung diganti dengan yang baru, mengingat dulu tiap sore ada yang menjajakan lampu teplok atau senthir. Perawatan lampu senthir gampang-gampang susah, biasanya tiap mau dipake dibersihin dulu kaca bagian atasnya yang gosong kena asap hitam yang mengepul. Selain itu dirawat sumbu-sumbunya agar nyalanya dapat diatur persis seperti perawatan kompor minyak. Kini barang itu sudah berganti dengan nyala lampu listrik. Dulu ketika masih menggunakan senthir, begitu terasa bahwa sumber cahaya sangat kami butuhkan. Dengan cahaya yang remang-remang disitu kami berkumpul, disitu kami belajar. Kini jaman sudah berkembang. Cahaya mudah didapat dengan sekali pencet saklar, lampu sudah menyala dan ruanganpun terang benderang. Dan akupun bersyukur dengan apa yang kualami, dari senthir menjadi lampu neon. Belajar menghargai cahaya, merawat cahaya, dan belajar menjadi cahaya yang menyinari sesama tanpa memandang miskin atau kaya.
-siGal-

Total Tayangan Halaman

Persembahan Hati