sebelum menjelang subuh
engkau sudah mulai mengayuh
sepanjang hari engkau berkeringat peluh
semangatmu tak pernah luruh
menghidupi keluarga secara penuh
walau negara begitu acuh
namun engkau tak pernah mengeluh
untuk memperjuangkan setiap tetes peluh
menjadi seorang buruh
yang selalu disuruh
oleh orang yang sok ampuh
walaupun sudah berkata aduh
tetap saja hatimu tak luluh
sampai tangan dan kaki lumpuh
baru engkau berhenti menyuruh
selamat memperingati hari buruh
semoga tuntutan akan bergemuruh
kekuasaan sewenang-wenang pengusaha dan pemerintah semoga runtuh
untuk kembali dan peduli dengan nasib buruh
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Mei 2012
Minggu, 22 April 2012
Senja di hari minggu
senja di hari minggu
dengan duduk diam termangu
belum terjawab semua ragu
sudah datang malam yang lugu
senja di hari minggu
menutup sebuah untaian lagu
yang terdengar merdu
terasa indah menusuk kalbu
gelapun datang di hari minggu
tak terasa hari esok sudah menunggu
siapkan tenaga yang menggebu
jangan lagi ada semangat yang layu
gelap memasuki minggu
tak terasa hari kan segera berlalu
biarlah segala pilu
terkubur bersama indahnya malam yang syahdu
*bersama keluarga dan sahabat, selamat menikmati hari minggu...
Senin, 12 Maret 2012
senja di batas kota
senja di batas kota
kala ku hendak meninggalkan kota tercinta
menanti angkutan yang hendak mengantar ke luar kota
ditemani hujan gerimis yang menguyur Jogjakarta
perasaan sedih berlinang air mata
sungguh berat meninggalkan kota tercinta
namun apa boleh dikata
ku harus mengejar segala cita
sudah banyak hal dan kenangan yang tercipta
tlah ku lalui pengalaman duka maupun suka cita
kini waktunya meninggalkan orang-orang tercinta
meninggalkan kenangan dengan penuh cinta
akhirnya ku tinggalkan kota tercinta
memandang indahnya lampu-lampu kota
tak terasa jatuh air mata
ketika sadar ku tlah meninggalkan kota tercinta
Senin, 06 Februari 2012
Putri yang tersandung
dulu kamu disanjung-sanjung
menjadi putri namamu terus melambung
di partai politik engkau bergabung
setelah terpilih menjadi wakil rakyat kekayaanmu terus menggelembung
belum genap 1 tahun berkabung
kini engkau sudah tersandung
kali ini si putri sedang diselimuti awan mendung
mulailah kelanjutan sinetron putri yang tersandung
kini bola panas itu terus mengelundung
meski banyak yang berusaha membendung
namun toh bau busuk tetap saja menusuk di hidung
masih bisakah bos besar dan ketua besar berlindung?
jangan sampai rakyat dibuat bingung
dengan sandiwara politik yang ada di panggung
panggung politik tempat dukung mendukung
di lain sisi satu sama lain saling menelikung
biarlah para elite sibuk berkubang
dalam kotoran mereka saling serang
entah siapa yang akan senang
entah siapa yang tidak akan tenang
biarlah terurai satu persatu kusutnya sebuah benang
akankah keadilan yang akan menjadi pemenang?
menjadi putri namamu terus melambung
di partai politik engkau bergabung
setelah terpilih menjadi wakil rakyat kekayaanmu terus menggelembung
belum genap 1 tahun berkabung
kini engkau sudah tersandung
kali ini si putri sedang diselimuti awan mendung
mulailah kelanjutan sinetron putri yang tersandung
kini bola panas itu terus mengelundung
meski banyak yang berusaha membendung
namun toh bau busuk tetap saja menusuk di hidung
masih bisakah bos besar dan ketua besar berlindung?
jangan sampai rakyat dibuat bingung
dengan sandiwara politik yang ada di panggung
panggung politik tempat dukung mendukung
di lain sisi satu sama lain saling menelikung
biarlah para elite sibuk berkubang
dalam kotoran mereka saling serang
entah siapa yang akan senang
entah siapa yang tidak akan tenang
biarlah terurai satu persatu kusutnya sebuah benang
akankah keadilan yang akan menjadi pemenang?
Kamis, 26 Januari 2012
angin yang lagi kalap
kala aku terlelap
di malam yang sunyi senyap
beratapkan bintang yang gemerlap
berselimutkan kabut bak asap
malam yang begitu gelap
meneduhkan cuaca yang lagi kalap
menenangkan emosi angin yang lagi meluap
kala esok datang haruslah kembali siap
semburat cahaya bulan seakan mengusap
tetes keringat bumi yang tlah berhari dilalap
oleh sapuan angin yang kalap
tlah banyak jiwa yang menguap
tlah banyak rumah tak beratap
sebagian rumah banyak yang tersingkap
semuanya rusak hanya sekejap
nelayan tak berani lagi menangkap
ganasnya ombak membuat perahu mendekap
hanya sikap pasrah dan berharap
oleh tanganNya yang begitu sigap
menjaga dan mendekap
kala ketakutan datang menghinggap
di malam yang sunyi senyap
beratapkan bintang yang gemerlap
berselimutkan kabut bak asap
malam yang begitu gelap
meneduhkan cuaca yang lagi kalap
menenangkan emosi angin yang lagi meluap
kala esok datang haruslah kembali siap
semburat cahaya bulan seakan mengusap
tetes keringat bumi yang tlah berhari dilalap
oleh sapuan angin yang kalap
tlah banyak jiwa yang menguap
tlah banyak rumah tak beratap
sebagian rumah banyak yang tersingkap
semuanya rusak hanya sekejap
nelayan tak berani lagi menangkap
ganasnya ombak membuat perahu mendekap
hanya sikap pasrah dan berharap
oleh tanganNya yang begitu sigap
menjaga dan mendekap
kala ketakutan datang menghinggap
Minggu, 22 Januari 2012
malam yang panjang
malam ini terasa panjang
bintang dan bulan serasa tak terpajang
kala masih bujang
semangatlah meniti karier sampai berjenjang-jenjang
ketika sudah tak lagi lajang
ketika sudah ada teman seranjang
janganlah masih tetap mata keranjang
kalau tak ingin di pisah ranjang
sebentar lagi makan kue ranjang
maklum sudah banyak kue yang terpajang
tak sabar ingin segera menerjang
sebelum keduluan si ujang
walau makan dengan oseng-oseng kacang panjang
walupun belum punya mobil kijang
tak apalah asal tak mengidap penyakit kejang-kejang
dan bersyukur masih diberi umur yang panjang
*sambil makan JANG gelut, di warung burjo kang uJANG, JANg nak enan :)
bintang dan bulan serasa tak terpajang
kala masih bujang
semangatlah meniti karier sampai berjenjang-jenjang
ketika sudah tak lagi lajang
ketika sudah ada teman seranjang
janganlah masih tetap mata keranjang
kalau tak ingin di pisah ranjang
sebentar lagi makan kue ranjang
maklum sudah banyak kue yang terpajang
tak sabar ingin segera menerjang
sebelum keduluan si ujang
walau makan dengan oseng-oseng kacang panjang
walupun belum punya mobil kijang
tak apalah asal tak mengidap penyakit kejang-kejang
dan bersyukur masih diberi umur yang panjang
*sambil makan JANG gelut, di warung burjo kang uJANG, JANg nak enan :)
Jumat, 06 Januari 2012
puisi Galau...ndeng
Pagi-pagi sudah sarapan galundeng
Ditemani secangkir sekoteng
Sambil membaca surat kabar DIY-Jateng
Membaca berita politik aku semakin ra mudheng
Berita penegakan hukum serasa membuat puyeng
Jadi bertanya siapa sih yang sebenarnya gendheng?
Menyeruak di hidung bau bandeng
membuat cacing-cacing di perut pada kliyeng
Walaupun aku tak gantheng
dan kulit juga tak begitu ireng thunteng
yang penting pagi ini sudah ngemil galaundeng
minum secangkir panas sekouteng
plus sarapan nasi panas, sambel, lalapan dan ikan buandeng
:)
Kamis, 05 Januari 2012
Semangat
seminggu belum berlalu
menjalani tahun yang baru
namun kenapa semangatmu
sudah mulai layu
raut muka terasa sayu
langkah kakimu mulai lesu
waktu akan terus melaju
setiap orang saling berpacu
mulai bangkit jika tak ingin malu
singsingkan lengan baju
untuk kembali melangkah maju
mengejar cita yang sempat berlalu
tetap swemangat kawan-kawanku...
Minggu, 01 Januari 2012
Januari
Januari katanya hujan sehari-hari
Walaupun hujan dan tak terlihat mentari
Biarlah wajahmu tetap berseri-seri
Tinggalkan selalu perasaan iri
Bingkai tahun ini dengan percaya diri
Januari bulan di awal tahun
Biarlah hidup ini terus mengalun
Janganlah selalu banyak melamun
Isilah semangat bak tetes embun
Sibakan kemalasan agar perut tak tuambah tambun
Hari ini awal bulan dan awal tahun baru
Biarlah segala pengalaman tersimpan dalam album biru
Segala hal baik biarlah selalu disimpan dalam kalbu
Menjalani hari demi hari dengan semangat yang selalu baru
Dan yakinlah Tuhan selalu besertamu
Selamat tahun baruuu...
Sabtu, 05 November 2011
Sesuatu banget
minum kopi panas di sore hari adalah sesuatu banget
bibir kumat kamit meniup kopi yang masih panas banget
sambil ditemani pisang goreng yang masih anget
tangan sibuk menulis tentang cerita yang masih sempat diinget
sambil sesekali badan juga ikut berjoget
dari lagu yang terdengar dari sebuah gadget
lupakan sejenak pengeluaran yang melebihi budget
walaupun esok bakalan kayak ulet yang klogat-kloget
gara-gara tak punya uang jangan lah terlalu kaget
sapa tau esok hari dapat uang kaget
yang penting jalani hari dengan penuh greget
walau tiap hari makan dari lauk yang sering di'nget
semoga setiap hari menjadi hari yang sesuatu banget
bibir kumat kamit meniup kopi yang masih panas banget
sambil ditemani pisang goreng yang masih anget
tangan sibuk menulis tentang cerita yang masih sempat diinget
sambil sesekali badan juga ikut berjoget
dari lagu yang terdengar dari sebuah gadget
lupakan sejenak pengeluaran yang melebihi budget
walaupun esok bakalan kayak ulet yang klogat-kloget
gara-gara tak punya uang jangan lah terlalu kaget
sapa tau esok hari dapat uang kaget
yang penting jalani hari dengan penuh greget
walau tiap hari makan dari lauk yang sering di'nget
semoga setiap hari menjadi hari yang sesuatu banget
Jumat, 28 Oktober 2011
Raut senja
raut senja telah kembali muram
seiring dengan rinai hujan yang menyapa
burung-burung tlah kembali pulang keperaduannya
kokok celoteh ayam mulai tak terdengar beriring gelapnya malam
satu persatu pelita rumah mulai menyala
disusul satu persatu anggota keluarga mulai kembali pulang
teko teh panas sudah bertahta di atas meja
uapnya menari-nari mengundang setiap orang yang memandangnya
gelak canda tawa mulai terdengar riuh
kehangatan keluarga rasanya mampu menghalau dinginnya malam
lelah yang dirasa sudah tak berasa
berharap semua tak kan cepat berlalu
sang rembulan berselimutkan awan kelam
bintang-bintang kecil menari di sela-sela pekatnya awan
biarlah kesusahan hari ini lebur bersama sang malam
kelak ketika esok datang menyapa
berharap semangat kembali berkobar-kobar
seiring dengan rinai hujan yang menyapa
burung-burung tlah kembali pulang keperaduannya
kokok celoteh ayam mulai tak terdengar beriring gelapnya malam
satu persatu pelita rumah mulai menyala
disusul satu persatu anggota keluarga mulai kembali pulang
teko teh panas sudah bertahta di atas meja
uapnya menari-nari mengundang setiap orang yang memandangnya
gelak canda tawa mulai terdengar riuh
kehangatan keluarga rasanya mampu menghalau dinginnya malam
lelah yang dirasa sudah tak berasa
berharap semua tak kan cepat berlalu
sang rembulan berselimutkan awan kelam
bintang-bintang kecil menari di sela-sela pekatnya awan
biarlah kesusahan hari ini lebur bersama sang malam
kelak ketika esok datang menyapa
berharap semangat kembali berkobar-kobar
Selasa, 25 Oktober 2011
Kopi, pena dah hati
Minum kopi panas di sore hari
Walaupun cuaca panas tetap saja nikmatin ini hari
Menikmati hari dengan genggaman pena yang asyik menari
Mencoba melukiskan suasana isi hati
Secangkir kopi panas, pena dan suasana hati
Tiga hal yang selalu bersatu hati
Kopi yang terkadang pahit maupun manis selalu silih berganti
Goresan pena yang terkadang tajam namun terkadang juga tumpul selalu ikut menghiasi lembar kreasi
Suasana hati yang terkadang tak menentu menguntai cerita dari yang tak mutu sampai cerita pilu di hati
Secangkir kopi, pena dan suasana hati
Biarlah ketiganya selalu terbingkai
Terbingkai dalam pribadi yang lagi mencari jati diri
Biarlah goresan kata hati senantiasa menari
Hingga akhirnya lelah dan tak dapat menari lagi
Yang tersisa hanya ampas dari kopi
Yang tertinggal hanya potongan kecil dari sebuah pena yang tak terpakai
Dan suasana hati yang tersenyum karena akhirnya dapat pulang kembali
Rabu, 19 Oktober 2011
masa lalu
setia pribadi selalu mempunyai masa lalu
masa lalu yang lambat laun akan membatu
saat ini ada yang terus membawa beban masa lalu?
sadarkah bahwa beban itu akan terus memberatkan mu?
sudah lupakanlah masa lalumu
masa lalu yang sungguh membuatmu pilu
biarlah kini kenangan itu cepat berlalu
terus melangkah setapak demi setapak untuk terus maju
jangan biarkan masa lalumu membuat kamu menjadi ragu
roda kehidupan ini harus terus melaju
tak kan pernah membuat surut buat maju
singsingkan lengan baju
untuk semangat yang selalu baru
biarlah semua kenangan mengharu biru
menjadi satu kenangan yang pernah terlukis di dalam kalbu
Rabu, 05 Oktober 2011
Hadapi dengan senyuman
Hadapi dengan senyuman
dikala situasi terasa tak nyaman
Hadapi dengan senyuman
walaupun hidup belum mapan
Hadapi dengan senyuman
meskipun semua orang pada berguman
Hadapi dengan senyuman
dikala hidup penuh dengan ancaman
Hadapi dengan senyuman
dikala hidup yang penuh perjuangan
Hadapi dengan senyuman
walau tidur masih di atas papan
Hadapi dengan senyuman
meski tak ada uang yang tersimpan
Hadapi dengan senyuman
Setiap hal yang terkadang pahit untuk ditelan
Hadapi dengan senyuman
Setiap beban persoalan yang terkadang berhenti di jalan
Hadapi dengan senyuman
Karena setiap detik kita selalu berjalan bersama Tuhan
Sabtu, 01 Oktober 2011
Bulan Oktober
selamat tinggal bulan September...
dan selamat datang bulan Oktober...
bulan di mana banyak orang berharap datangnya air yang keluar dari berbagai sumber...
sudah lama tak melihat air dalam bak yang sering mbleber keluar...
tak ada tempat buat membasuh muka agar tampak seger...
fenomena antrian ember kosong yang saling berjejer...
fenomena gagal panen yang membuat petani ajur ajer...
tak terasa sudah hampir setahun...
teriknya mentari masih menyengat sampai keubun-ubun...
mengharap segera hujan turun...
biar tak semakin bayak melihat wajah petani yang melamun...
jangan sampai menyerah dan beralih ke dukun...
bulan yang identik dengan kaum muda...
karena 28 Oktober dikenal dengan hari sumpah pemuda...
namun sayang pemuda sekarang lebih sibuk mencari harta benda...
sibuk dengan diri sendiri bagai lagi memakai kacamata kuda...
siapakah saat ini yang peduli dengan krisis air yang sedang melanda?
Jumat, 30 September 2011
aku lagi tersesat
jangan ikuti aku, aku juga lagi tersesat
akibat aku berjalan terlalu cepat
rasanya ingin seperti anak panah yang melesat
tak menghiraukan orang yang memberikan nasehat
tak melihat penunjuk arah yang jelas terlihat
semua pegangan hidup hanya rapi terlipat
akibatnya aku sekarang tersesat
kini aku hanya diam di tempat
mencoba belajar dari pengalaman yang didapat
mencoba kembali membuka peta kehidupan yang telah lama terlipat
kutemukan diriku jauh tersesat
kupelankan langkah kaki tuk mencari petunjuk yang mulai tak terlihat
walaupun harus meraba-raba akibat malam yang mulai pekat
aku bersyukur karena aku belum terlambat
biarlah kini ku singkirkan hal-hal sering menghambat
hati-hati melangkah agar tak kembali terjerat
walaupun harus kembali menapaki jalan yang begitu berat
namun aku harus tetap kembali semangat
tak ada waktu lagi, saatnya berangkat
kini kita sama-sama dekat
biarlah aku selalu terikat
agar aku tak kembali tersesat
berjalan bersamaMu pasti ku mendapatkan berkat dan rahmat
walaupun dunia ini bisa kiamat
namun kasihMu padaku tak akan pernah tamat
terima kasih Sahabat
karena telah mengingatkan bahwa aku telah tersesat
Sabtu, 24 September 2011
malam semakin larut
malam semakin larut
suara jangkrik saling bersaut
bintang dan bulan saling bertaut
air lautpun juga sudah surut
malam semakin larut
mencoba menenangkan jiwa yang lagi carut marut
pikiran yang lagi semrawut
rasanya urat syaraf minta diurut
biar esok hari bangun tak lagi cemberut
malam terus semakin larut
dinginnya malam bak gayung yang disambut
nyamuk-nyamuk pada saling berebut
langsung saja tarik ini selimut
malam terus semakin larut
namun sayang terganggu dengan bunyi cacing di perut
untung masih ada dodol garut
langsung masuk aja tuh dodol ke mulut
tak peduli walaupun banyak semut
yang penting cukup mengganjal ini perut
Buat orang kolot
buat kamu yang pikirannya kolot
selalu berbeda pendapat dengan cara yang alot
usulan dan kritik orang tak ditanggapi bagai orang yang bolot
jika tak sesuai dengan pendapatnya selalu saja nyolot
bagi yang merasa kolot
jangan membuat kami tambah melotot
jangan sampai kita jadi beradu otot
sudah cukup kepala ini cekat-cekot
hey kalian yang kolot
apakah otak kalian tak pernah mencolot?
hanya berpikir disitu-situ saja bagai air kencing dalam pispot
bagai tanaman yang hidup di dalam pot
liat tuh akibat terlalu kolot
pipi-pipimu sudah mulai kempot
tubuhmu lambat laun juga sudah mulai reyot
ibaratnya sudah seperti jenglot
dulu kamu sering menyorot
namun kini justru sering kena semprot
hu...dasar orang kolot
selalu saja bikin repot
tuh...benerin dulu celanamu yang mulai melorot
Kamis, 22 September 2011
Mencoba tetap setia
tetap berusaha teguh
dikala yang lainnya mulai rapuh
dikala yang lain sudah merasa jenuh
disaat yang lain mulai luluh
walaupun perjalanan ini masih terasa jauh
berusaha terus untuk tetap setia
walaupun sudah banyak yang mengingkari janji mulia
janji untuk terus setia di dunia
hingga Kau dapati aku tetap setia
tetap menjadi diri sendiri
walaupun terasa ditinggal sendiri
jangan mudah merasa iri
karena semua itu Dia yang memberi
entah sampai kapan bisa bertahan
ditengah berbagai macam cobaan
ditengah berbagai macam tawaran
jika tak kuat menahan godaan
bobolah ini pertahanan
ujian kesetiaan memang tak mudah
banyak yang menyerah
dan banyak yang kalah
tetapi ada juga yang tak goyah
walaupun dengan susah payah
dan usaha yang pantang menyerah
Jumat, 16 September 2011
jiwa yang mulai surut
ketika kulihat semangatmu mulai surut
melihat keadaanmu yang terasa semrawut
tak ada senyum tersisa yang ada hanyalah muka cemberut
semangatmu yang dulu ada serasa tlah larut
semangatmu mulai meredup
ku lihat tak ada lagi semangat buat hidup
tak tampak lagi semangatmu yang meletup-letup
mungkinkah semangatmu tlah tertutup?
ku tanya kenapa semangatmu mulai luluh?
apakah kamu merasa jenuh?
ataukah kamu sudah malas untuk keluar setetes peluh?
walaupun terasa berat tetap nyalakanlah sebuah suluh
suluh yang melambangkan sebuah harapan
karena itulah yang menjadi pijakanmu tuk menggapai masa depan
walaupun sekarang kamu tak jadi yang terdepan
namun aku yakin kamu akan menjadi orang yang mapan
tak ingin kulihat kamu terus bersedih
walau mungkin hatimu terasa pedih
walau batu besar terasa menindih
namun janganlah hatimu terus mendidih
senyum dan tawamu kini sungguh kurindukan
semoga malam ini kesedihanmu tlah tergantikan
semoga semangatmu yang redup tlah kembali dipulihkan
tak dapat yang kubantu hanyalah sebuah doa yang dapat kupanjatkan
Langganan:
Postingan (Atom)