Kenapa saya suka sapi, selain alasan warna putih dan hitam yang sering muncul di gambar sapi?
Ada sebuah perumpamaan seekor babi dan seekor sapi. Babi termasuk binatang yang kurang disukai orang, sedangkan sapi disayangi oleh banyak orang. Hal itu membuat si babi bingung. Ia berkata kepada sapi : “orang selalu memuji badanmu yang bagus dan matamu yang bening . Mereka pikir engkau sangat dermawan, sebab setiap hari engkau memberi mereka susu dan krim. Memberikan tenaga buat membajak dan menarik pedati.
Tetapi bagaimana dengan diriku? Aku telah memberi mereka daging panggang dan ham. Aku telah menyediakan bulu-bulu untuk membuat sikat. Bahkan mereka telah mencincang kakiku. Akan tetapi, tak seorang pun menyukai aku. Mengapa demikian?”
Sapi itu mengatakan demikian, “ Barangkali karena saya memberikan sementara saya masih hidup di dunia ini.”
Tampilkan postingan dengan label belajar dari binantang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar dari binantang. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Agustus 2011
Jumat, 29 Juli 2011
Tukang Protes
Jika hari ini listrik tak mengalir seharian...
Maka sudah tak terhitung lagi berapa kali petugas PLN menjawab telepone dari warga masyarakat yang bertanya. Bertanya dengan baik-baik, atau protes dengan membentak-bentak mengingat pekerjaan jadi terbengkalai. Padahal kalau dipikir masih banyak daerah pelosok yang belum mendapat aliran listrik.
Jika hari ini air tidak mengalir seharian...
Maka orang-orang yang pada berlanggan PDAM, akan segera bertanya ke kantor PDAM, kenapa air tak mengalir. Keluhan tidak bisa, mandi, mencuci, masak dan hal lainnya akan terucap. Mereka lupa bahwa ada saudara-saudara kita yang saat ini hidup di daerah yang kekurangan air. Kita dihadapkan dengan masalah sehari saja air tak mengalir sudah kelabakan. Lalu bagaimana dengan mereka yang harus mengambil air puluhan kilometer, mencuci di sungai-sungai yang mulai kering? Rasanya keluhan kita tak pantas terucap.
Jika hari ini tidak ada tabung gas, BBM pada kosong...
Maka orang-orang pada bertanya ke Pertamina. Daripada protes lebih baik menyalakan api dalam tungku, dengan bahan bakar kayu atau menggunakan arang buat memasak bagi yang niat memasak. Repot-repot sedikit kenapa susahnya?
Jika hari ini harga-harga sembako pada naik... Maka rakyat wajib protes kepada pemerintah ! Tak ada alasan untuk tidak protes.
Dan jika hari ini matahari tak bersinar...
Apakah semua orang akan bertanya kepada Tuhan? Protes kepadaNya? Lalu siapakah kita sampai berani bertanya?
Mengingat setiap hari matahari rutin selalu bersinar, dan sangat sedikit orang yang bersyukur dan mengucapkan terima kasih.
Dan kala matahari tidak terbit semuanya pada protes dan merengek-rengek kayak anak kecil.
Ya...namanya juga manusia.
Sering protes sana-sini.
Terkadang tak peduli siapa yang dihadapinya.
Jika orang-orang modern ini tiba-tiba berada di jaman batu.
Mungkin mereka akan mengerti artinya bersyukur.
-siGal-
Maka sudah tak terhitung lagi berapa kali petugas PLN menjawab telepone dari warga masyarakat yang bertanya. Bertanya dengan baik-baik, atau protes dengan membentak-bentak mengingat pekerjaan jadi terbengkalai. Padahal kalau dipikir masih banyak daerah pelosok yang belum mendapat aliran listrik.
Jika hari ini air tidak mengalir seharian...
Maka orang-orang yang pada berlanggan PDAM, akan segera bertanya ke kantor PDAM, kenapa air tak mengalir. Keluhan tidak bisa, mandi, mencuci, masak dan hal lainnya akan terucap. Mereka lupa bahwa ada saudara-saudara kita yang saat ini hidup di daerah yang kekurangan air. Kita dihadapkan dengan masalah sehari saja air tak mengalir sudah kelabakan. Lalu bagaimana dengan mereka yang harus mengambil air puluhan kilometer, mencuci di sungai-sungai yang mulai kering? Rasanya keluhan kita tak pantas terucap.
Jika hari ini tidak ada tabung gas, BBM pada kosong...
Maka orang-orang pada bertanya ke Pertamina. Daripada protes lebih baik menyalakan api dalam tungku, dengan bahan bakar kayu atau menggunakan arang buat memasak bagi yang niat memasak. Repot-repot sedikit kenapa susahnya?
Jika hari ini harga-harga sembako pada naik... Maka rakyat wajib protes kepada pemerintah ! Tak ada alasan untuk tidak protes.
Dan jika hari ini matahari tak bersinar...
Apakah semua orang akan bertanya kepada Tuhan? Protes kepadaNya? Lalu siapakah kita sampai berani bertanya?
Mengingat setiap hari matahari rutin selalu bersinar, dan sangat sedikit orang yang bersyukur dan mengucapkan terima kasih.
Dan kala matahari tidak terbit semuanya pada protes dan merengek-rengek kayak anak kecil.
Ya...namanya juga manusia.
Sering protes sana-sini.
Terkadang tak peduli siapa yang dihadapinya.
Jika orang-orang modern ini tiba-tiba berada di jaman batu.
Mungkin mereka akan mengerti artinya bersyukur.
-siGal-
Jumat, 15 Juli 2011
Anjing Kecil
Anjing kecil
Seekor anak anjing yang kecil yang barusan dipungut oleh seorang pemilik ladang, sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya. Sebab saya bisa mengangkat banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya," ujarnya dengan sinis. Anjing kecil itu menundukan kepalanya lalu pergi. Lalu dia mendengar seekor sapi di kandhang sebelah berkata :"saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya, kamu tidak berguna bagi keluarga di sini," dengan nada mencemooh. Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga ini. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayaknya kamu emang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini." Satu demi satu binatang-binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayampun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu makhluk tidak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi kepada keluarga itu. Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangisi dan menyesali nasibnya. Sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi... Ada seekor anjing tua disitu mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil."Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga di sini." Kata anjing kecil itu. Kemudian anjing tua tadi berkata kepad anjing kecil ;"Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu. Tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh sang pencipta untuk membawa kegembiraan”. Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh dipanas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilati kakinya dan melompat kepelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang itu memeluk erat dan mengelus-elus kepala anjin kecil serta berkata,"Meskipun saya pulang dalam keadaan lelah dan letih, tetapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini. Kamu sungguh yang paling berharga diantara semua binatang diladang ini, kecil-kecil kamu telah mengerti artinya kasih..."
Seekor anak anjing yang kecil yang barusan dipungut oleh seorang pemilik ladang, sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya. Sebab saya bisa mengangkat banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya," ujarnya dengan sinis. Anjing kecil itu menundukan kepalanya lalu pergi. Lalu dia mendengar seekor sapi di kandhang sebelah berkata :"saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya, kamu tidak berguna bagi keluarga di sini," dengan nada mencemooh. Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga ini. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayaknya kamu emang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini." Satu demi satu binatang-binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayampun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu makhluk tidak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi kepada keluarga itu. Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangisi dan menyesali nasibnya. Sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi... Ada seekor anjing tua disitu mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil."Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga di sini." Kata anjing kecil itu. Kemudian anjing tua tadi berkata kepad anjing kecil ;"Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu. Tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh sang pencipta untuk membawa kegembiraan”. Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh dipanas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilati kakinya dan melompat kepelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang itu memeluk erat dan mengelus-elus kepala anjin kecil serta berkata,"Meskipun saya pulang dalam keadaan lelah dan letih, tetapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini. Kamu sungguh yang paling berharga diantara semua binatang diladang ini, kecil-kecil kamu telah mengerti artinya kasih..."
Sabtu, 02 Juli 2011
Belajar dari ikan Salem
Ikan salem adalah jenis ikan laut yang unik. Pada musim bertelur, ikan salem akan berbondong-bondong kembali ke tempat asal ikan ini dilahirkan, di sungai jauh di atas dataran tinggi. Perjalanan ikan salem dari laut menuju hulu sungai memerlukan pengorbanan. Banyak rintangan, bahaya alam yang keras harus dihadapinya. Perjalanan ribuan kilometer, ombak besar, arus deras, batu karang yang tajam dilaluinya di laut. Memasuki sungai, ikan salem kembali menempuh arus deras, terkaman binatang pemangsa, bukit yang terjal, dan segala macam jerat manusia. Untuk mencapai tujuan di hulu sungai yang ada di tempat tinggi, ikan salem harus berjuang melompati jeram dan air terjun, atau bendungan yang tinggi. Ikan itu harus berenang dengan kecepatan 30 kilometer per jam agar mempunyai daya lompat setinggi tiga setengah meter!.
Semua rintangan dan bahaya tidak mengurungkan niat ikan salem untuk bertelur. Tubuh yang terluka akibat benturan bebatuan sungai tidak bisa membuat surut. Satu tujuan dilakukan untuk meneruskan generasi. Sesampai di hulu sungai, dalam keadaan lelah dan terluka, ikan salem mencari tempat terbaik bagi sarangnya, meletakkan telurnya dan akhirnya mati. Apakah selesai tugasnya? Apakah hanya demikian kisah hidup salem dewasa? Apakah ribuan bangkai salem dewasa hanya akan mengotori sungai? Ternyata tidak! Allah berbicara banyak walau hanya lewat ikan salem.
Dalam waktu yang singkat telur-telur itu menetas sebagai generasi penerus. Ikan salem kecil yang berjumlah jutaan itu adalah wujud harapan salem dewasa yang menjadi kenyataan. Dengan apa salem kecil ini hidup? Apa yang dimakannya hingga ia mendapat cukup tenaga, masuk ke laut dan menjadi ikan dewasa? Ilmu pengetahuan mendapatkan bahwa begitu banyak kandungan karbon dan protein yang berasal dari bangkai salem dewasa yang mati, membusuk dan terurai ternyata telah menjadi sumber makanan yang berlimpah bagi salem kecil. Ada makna dari hidup salem dewasa yang tidak diketahuinya saat hidupnya berakhir, salem dewasa tidak tahu namun anak salem merasakannya.
Bagaimana dengan kita sebagai manusia? Tuhan rindu berbicara lebih banyak lewat kita daripada lewat ikan salem. Dia rindu kita menjadi pribadi yang bermakna dan berharga bukan saja sewaktu kita hidup tapi setelah kita mati. Tuhan rindu setiap pribadi manusia mewariskan makanan yang tidak akan ada habisnya bagi generasi penerus. Makanan yang bernilai kekekalan, berharga pengenalan akan Allah. Makanan yang bernilai janji dan berkat Allah namun juga makanan yang berwujud nasehat, teguran dan ketertiban. Hidup yang membawa kebenaran bagi generasi selanjutnya.
Tuhan begitu rindu memakai kita manusia untuk memberi banyak makna bagi dunia. Saat hidup berakhir ada jutaan talenta dihasilkan. Berjuanglah dan bermakna sampai mati, ada jutaan talenta akan berbuah.
Semua rintangan dan bahaya tidak mengurungkan niat ikan salem untuk bertelur. Tubuh yang terluka akibat benturan bebatuan sungai tidak bisa membuat surut. Satu tujuan dilakukan untuk meneruskan generasi. Sesampai di hulu sungai, dalam keadaan lelah dan terluka, ikan salem mencari tempat terbaik bagi sarangnya, meletakkan telurnya dan akhirnya mati. Apakah selesai tugasnya? Apakah hanya demikian kisah hidup salem dewasa? Apakah ribuan bangkai salem dewasa hanya akan mengotori sungai? Ternyata tidak! Allah berbicara banyak walau hanya lewat ikan salem.
Dalam waktu yang singkat telur-telur itu menetas sebagai generasi penerus. Ikan salem kecil yang berjumlah jutaan itu adalah wujud harapan salem dewasa yang menjadi kenyataan. Dengan apa salem kecil ini hidup? Apa yang dimakannya hingga ia mendapat cukup tenaga, masuk ke laut dan menjadi ikan dewasa? Ilmu pengetahuan mendapatkan bahwa begitu banyak kandungan karbon dan protein yang berasal dari bangkai salem dewasa yang mati, membusuk dan terurai ternyata telah menjadi sumber makanan yang berlimpah bagi salem kecil. Ada makna dari hidup salem dewasa yang tidak diketahuinya saat hidupnya berakhir, salem dewasa tidak tahu namun anak salem merasakannya.
Bagaimana dengan kita sebagai manusia? Tuhan rindu berbicara lebih banyak lewat kita daripada lewat ikan salem. Dia rindu kita menjadi pribadi yang bermakna dan berharga bukan saja sewaktu kita hidup tapi setelah kita mati. Tuhan rindu setiap pribadi manusia mewariskan makanan yang tidak akan ada habisnya bagi generasi penerus. Makanan yang bernilai kekekalan, berharga pengenalan akan Allah. Makanan yang bernilai janji dan berkat Allah namun juga makanan yang berwujud nasehat, teguran dan ketertiban. Hidup yang membawa kebenaran bagi generasi selanjutnya.
Tuhan begitu rindu memakai kita manusia untuk memberi banyak makna bagi dunia. Saat hidup berakhir ada jutaan talenta dihasilkan. Berjuanglah dan bermakna sampai mati, ada jutaan talenta akan berbuah.
Rabu, 15 Juni 2011
kisah anjing-anjing yg setia
Greyfriars Bobby
Greyfriars Bobby adalah anjing yang menjadi terkenal setelah tuannya
meninggal. John Gray meninggal pada 8 Februari 1858 di Edinburgh,
Skotlandia, tidak meninggalkan apa-apa kecuali seekor anjing kecil Skye
terrier bernama Bobby. Sehari setelah pemakaman, kurator melihat Bobby
berbaring di gundukan tanah segar. Dia segera mengusir anjing kecil itu,
tapi keesokan harinya ia kembali. Sekali lagi, kurator mengusirnya, tetapi
pada hari ketiga-meskipun dingin dan hujan-Bobby sudah kembali. Akhirnya,
kurator kasihan pada anjing miskin itu dan membiarkan dia tinggal. Akhirnya
ia kemudian dikenal sebagai Greyfriars Bobby, anjing penjaga yang setia di
mana majikannya dimakamkan.
Selama empat belas tahun, Bobby tetap setia menjaga dan mengawasi makam
pemiliknya, ia jarang meninggalkan makam tuannya kecuali untuk mengambil
makan siang tepat pada pukul satu.
Ketika ia meninggal, ia dimakamkan persis di gerbang di Greyfriars
Kirkyard. Di batu nisannya tertulis, "Greyfriars Bobby - meninggal 14
Januari 1872 - berusia 16 tahun - Biarlah kesetiaan dan pengabdian menjadi
pelajaran bagi kita semua."
Greyfriars Bobby telah pergi selamanya, tetapi dia tidak dilupakan. Tak
lama setelah kematiannya, sebuah patung dibangun untuk menghormatinya.
Kisah anjing ini muncul dalam versi fiksi yang diterbitkan dalam sebuah
buku berjudul Greyfriars Bobby oleh Eleanor Atkinson. Pada tahun 1961, buku
itu dibuat menjadi sebuah film berjudul Greyfriars Bobby: The True Story of
a Dog. Film lain yang dirilis pada tahun 2006 berjudul The Adventures of
Greyfriars Bobby dan dibintangi oleh Oliver Golding dan Christopher Lee.
Hachiko
Hachiko (juga dieja Hachik?) adalah anjing jantan jenis Akita yang dibawa
ke Tokyo oleh pemiliknya Hidesaburo Ueno. Ueno adalah seorang profesor di
Universitas Tokyo. Setiap pagi, Ueno mengajak Hachiko untuk ikut mengantar
dia naik kereta api dan sorenya anjing ini akan menunggu Ueno kembali di
dekat stasiun kereta api Shibuya. Ueno meninggal karena stroke pada bulan
Mei 1925, tetapi itu tidak menghentikan Hachiko untuk menantikan tuannya
pulang. Dia kembali ke stasiun kereta api terus-menerus selama kurang lebih
sebelas tahun, dengan sabar menunggu tuannya kembali.
Sekitar setahun setelah kematian Ueno, salah satu mantan siswa Ueno melihat
Hachiko menunggu seperti biasanya dan, setelah mengikuti Hachiko pulang, ia
belajar tentang anjing yang luar biasa ini. Siswa ini menulis dan
menerbitkan beberapa artikel tentang kesetiaan Hachiko yang menakjubkan
terhadap pemiliknya. Akhirnya, surat kabar nasional mengangkat kisah
tersebut dan Hachiko segera menjadi terkenal. Dia juga mendapat
julukan "Chu-ken Hachiko" atau "Hachiko anjing yang setia."
Pada tahun 1934, seorang seniman mendirikan patung Hachiko di Shibuya
Stasiun, dan Hachiko hadir untuk peresmian patung ini. Patung ini didaur
ulang selama Perang Dunia II, tetapi kemudian dibuat lagi oleh anak dari
seniman pembuat patung Hachiko yang pertama pada tahun 1948. Patung Hachiko
yang lain berdiri di kota kelahirannya di depan Stasiun Odate dan patung
ketiga telah didirikan di depan Museum Akita di Odate.
Hachiko akhirnya meninggal pada tahun 1935. Jenazahnya telah diawetkan dan
disimpan di National Science Museum di Ueno, Tokyo. Kisah hachiko diangkat
kembali ke layar lebar dengan dibintangi aktor Amerika Richard Gere.
Old Shep
Shep adalah border collie yang mengikuti tuannya tercinta ke mana-mana.
Ketika tuannya meninggal pada tahun 1936, Shep mengikuti peti mati tuannya
ke stasiun kereta api di Fort Benton, Montana. Ketika mereka menolaknya
untuk ikut dalam kereta, Shep menunggu di halaman stasiun dan menunggu
tuannya kembali. Selama enam tahun, Shep memeriksa setiap kereta yang tiba
di stasiun untukmengecek apakah tuannya telah kembali. Tragisnya, Shep
ditabrak oleh kereta api yang lewat pada tahun 1942. Ceritanya itu
diabadikan dalam sebuah buku berjudul Forever Faithful-the Story of Shep.
Untuk mengenang kesetiaan anjing ini, dibangunlah patung perunggu besar
untuk dirinya di sebuah taman kecil di dekat sebuah sungai. Di tugunya ada
prasasti kecil dengan tulisan "Forever Faithful".
Sumber: Pelitahati.co
Greyfriars Bobby adalah anjing yang menjadi terkenal setelah tuannya
meninggal. John Gray meninggal pada 8 Februari 1858 di Edinburgh,
Skotlandia, tidak meninggalkan apa-apa kecuali seekor anjing kecil Skye
terrier bernama Bobby. Sehari setelah pemakaman, kurator melihat Bobby
berbaring di gundukan tanah segar. Dia segera mengusir anjing kecil itu,
tapi keesokan harinya ia kembali. Sekali lagi, kurator mengusirnya, tetapi
pada hari ketiga-meskipun dingin dan hujan-Bobby sudah kembali. Akhirnya,
kurator kasihan pada anjing miskin itu dan membiarkan dia tinggal. Akhirnya
ia kemudian dikenal sebagai Greyfriars Bobby, anjing penjaga yang setia di
mana majikannya dimakamkan.
Selama empat belas tahun, Bobby tetap setia menjaga dan mengawasi makam
pemiliknya, ia jarang meninggalkan makam tuannya kecuali untuk mengambil
makan siang tepat pada pukul satu.
Ketika ia meninggal, ia dimakamkan persis di gerbang di Greyfriars
Kirkyard. Di batu nisannya tertulis, "Greyfriars Bobby - meninggal 14
Januari 1872 - berusia 16 tahun - Biarlah kesetiaan dan pengabdian menjadi
pelajaran bagi kita semua."
Greyfriars Bobby telah pergi selamanya, tetapi dia tidak dilupakan. Tak
lama setelah kematiannya, sebuah patung dibangun untuk menghormatinya.
Kisah anjing ini muncul dalam versi fiksi yang diterbitkan dalam sebuah
buku berjudul Greyfriars Bobby oleh Eleanor Atkinson. Pada tahun 1961, buku
itu dibuat menjadi sebuah film berjudul Greyfriars Bobby: The True Story of
a Dog. Film lain yang dirilis pada tahun 2006 berjudul The Adventures of
Greyfriars Bobby dan dibintangi oleh Oliver Golding dan Christopher Lee.
Hachiko
Hachiko (juga dieja Hachik?) adalah anjing jantan jenis Akita yang dibawa
ke Tokyo oleh pemiliknya Hidesaburo Ueno. Ueno adalah seorang profesor di
Universitas Tokyo. Setiap pagi, Ueno mengajak Hachiko untuk ikut mengantar
dia naik kereta api dan sorenya anjing ini akan menunggu Ueno kembali di
dekat stasiun kereta api Shibuya. Ueno meninggal karena stroke pada bulan
Mei 1925, tetapi itu tidak menghentikan Hachiko untuk menantikan tuannya
pulang. Dia kembali ke stasiun kereta api terus-menerus selama kurang lebih
sebelas tahun, dengan sabar menunggu tuannya kembali.
Sekitar setahun setelah kematian Ueno, salah satu mantan siswa Ueno melihat
Hachiko menunggu seperti biasanya dan, setelah mengikuti Hachiko pulang, ia
belajar tentang anjing yang luar biasa ini. Siswa ini menulis dan
menerbitkan beberapa artikel tentang kesetiaan Hachiko yang menakjubkan
terhadap pemiliknya. Akhirnya, surat kabar nasional mengangkat kisah
tersebut dan Hachiko segera menjadi terkenal. Dia juga mendapat
julukan "Chu-ken Hachiko" atau "Hachiko anjing yang setia."
Pada tahun 1934, seorang seniman mendirikan patung Hachiko di Shibuya
Stasiun, dan Hachiko hadir untuk peresmian patung ini. Patung ini didaur
ulang selama Perang Dunia II, tetapi kemudian dibuat lagi oleh anak dari
seniman pembuat patung Hachiko yang pertama pada tahun 1948. Patung Hachiko
yang lain berdiri di kota kelahirannya di depan Stasiun Odate dan patung
ketiga telah didirikan di depan Museum Akita di Odate.
Hachiko akhirnya meninggal pada tahun 1935. Jenazahnya telah diawetkan dan
disimpan di National Science Museum di Ueno, Tokyo. Kisah hachiko diangkat
kembali ke layar lebar dengan dibintangi aktor Amerika Richard Gere.
Old Shep
Shep adalah border collie yang mengikuti tuannya tercinta ke mana-mana.
Ketika tuannya meninggal pada tahun 1936, Shep mengikuti peti mati tuannya
ke stasiun kereta api di Fort Benton, Montana. Ketika mereka menolaknya
untuk ikut dalam kereta, Shep menunggu di halaman stasiun dan menunggu
tuannya kembali. Selama enam tahun, Shep memeriksa setiap kereta yang tiba
di stasiun untukmengecek apakah tuannya telah kembali. Tragisnya, Shep
ditabrak oleh kereta api yang lewat pada tahun 1942. Ceritanya itu
diabadikan dalam sebuah buku berjudul Forever Faithful-the Story of Shep.
Untuk mengenang kesetiaan anjing ini, dibangunlah patung perunggu besar
untuk dirinya di sebuah taman kecil di dekat sebuah sungai. Di tugunya ada
prasasti kecil dengan tulisan "Forever Faithful".
Sumber: Pelitahati.co
Sabtu, 04 Juni 2011
Pengasuhan Teraneh dalam dunia satwa
Pengasuhan Teraneh dalam Dunia Satwa
(Wikimedia Commons)
Dalam dunia satwa, beberapa induk punya cara yang berbeda untuk jadi "ibu" yang baik. Berikut ini adalah beberapa teknik aneh untuk jadi ibu yang baik dalam dunia satwa.
Ayam
Ayam harus menghasilkan kalsium karbonat yang banyak untuk kulit telur. Ketika ayam tidak memperoleh cukup kalsium pada makanan, ayam akan menggunakan kalsium daritulang mereka sendiri untuk digunakan dalam pembuatan kulit telur.
Burung Cuckoo
Cuckoo melepaskan tanggung jawab mengurus anak pada burung lain. Diam-diam mereka menaruh telur di sarang burung lain, biasanya spesies burung yang lebih kecil. Ketika menetas,anak burung cuckoo lebih besar dari anak burung lain. Dengan demikian anak burung cuckoo dapat memaksa anak-anak yang lain untuk keluar dari sarang danmati. Ia pun memperoleh berhatian penuh dari induk yangterpaksa mengadopsinya.
Semut Pengisap Darah
Ini orang tua yang mengajarkan anaknya untuk jadi "kanibal". Induk semut Adetomyrma, juga semut pekerja, membuat lubang di tubuh bayi-bayi semut untuk menyedot cairan tubuh, yang seperti darah pada mamalia. Semut-semut bayi yang disedot cairan tubuhnya itu tidak mati. Para ilmuwan belum mengetahui alasan penyedotan cairan tersebut. "Mungkin latihan kebiasaan," jelas ilmuwan. Kebiasaan yang dimaksud adalah kebiasaan transfer cairan antarsemut saat dewasa.
Paus Abu-abu
Paus bernama latin Eschrichtius robustus ini melakukan perjalanan sangat jauh untuk melindungi anak mereka. Mereka bermigrasi dari Kutub Utara yang dingin tapi kaya sumber makanan ke lepas pantaiMeksiko yang tropis tapi miskin sumber makanan untuk melahirkan. Migrasi ini dilakukan agar anak-anak mereka nanti terhindar dari predator. Dengan terbebas dari predator, paus dapat memberi makan dengan susu kaya lemak (53 persen lemak) dan memberi waktu pada anak-anak mereka untuk membentuk lapisan lemaksebelum kembali ke Kutub Utara yang dingin. Induk paus bisa merasa lapar berbulan-bulan meskipun harus menghasilkan susu berkalori tinggi. Pada masaini, mereka dapat kehilangan bobot hingga 8 ton.
Laba-laba
Pada beberapa laba-laba Stegodyphus sp., pengasuhan tidak sekadar mengawasi sarang. Induk menempelkan telur-telur mereka ke jaring dan mengawasinya sampai telur menetas. Setelah itu, induk makan seperti biasa, tetapi merelakan sebagian besar makanan menjadi sup nutrisi untuk keturunannya. Ketika bayi-bayi mereka sudah berumursekitar sebulan, induk akan terlentang. Anak-anak mereka naik ke atas tubuh induk dan membunuhnya dengan menyuntikkan racun yang menghancurkan isi tubuh. Tubuhsang induk dimakan. Setelah itu,anak-anak laba-laba akan saling kanibal sebelum meninggalkan sarang.
Kutu Laut
Melahirkan bisa jadi proses yang menyakitkan. Bayangkan sebuahkutu laut. Saat melahirkan, ia membiarkan bayi-bayinya membuka jalan sendiri dengan menggerogoti tubuhnya dari dalam.
Katak Beracun
Katak beracun Dendrobates azureus bisa jadi induk super. Setelah bertelur dan menetaskan, katak berwarna merah tersebut membawa anak-anaknya, satu per satu, ke atas pohon yang tingginya bisa mencapai 30 meter. Di atas, ia mencari semacam kubangan air di daun. Satu kubangan untuk satu anak. Katak beracun itu memberi makan anak-anaknya dengan telur yang tidak dibuahi selama enam hingga delapan minggu. (Sumber: LiveScience)
Senin, 30 Mei 2011
alasan kenapa kalau waktu suit semut menang melawan gajah
Petani bisa pakai semut untuk usir gajah
Berdasarkan hasil percobaan, Todd Palmer dari University of Florida dan Jacob Goheen dari University of Wyoming menarik kesimpulan kalau para petani bisa menggunakan semut untuk menghalau gajah masuk dan merusak lahan pertanian. Ide Palmer dan Goheen itu muncul saat meneliti pola makan gajah di savana di Kenya. Mereka mendapati ada anomali pada pola makan gajah. Mamalia besar itu memakan hampir semua yang ada di depan mereka, kecuali 1 jenis pohon Acacia drepanolobiom yang dikerubungi semut. Palmer dan Goheen membuat beberapa percobaan untuk mengetahui penyebab gajah melewati pohon itu. Pohonnya atau semutnya? Mereka memberibeberapa gajah empat ranting. Dua ranting dari pohon yang jadimakanan favorit gajah, Acacia mellifera--satu ranting bersih dari semut, satu lagi dikerubungi semut. Dua ranting lainnya berasal dari pohon Acacia drepanolobiom yang menjadi rumah semut. Ketika diberikan kepada gajah, satu ranting dibersihkan dari semut, sedangkan satu lagi tetap bersemut. Ternyata, gajah tetap memakan ranting Acacia drepanolobiom selahap mereka memakan pohonfavorit mereka. Dengan catatan, tidak ada semut di ranting itu. Gajah tidak mau memakan ranting yang bersemut meskipun ranting itu berasal dari pohon favorit mereka."Mereka menghindari ranting bersemut itu seperti anak kecil menghindar ketika diberi brokoli," jelas Palmer kepada Discovery News. Melalui pengamatan selanjutnya,para peneliti mengetahui kalau bagian dalam belalai gajah sangat sensitif. Ketika gajah mencoba memakan ranting pohon yang dikerubungi semut, belalainya bisa diserang sekolonisemut. Para peneliti kemudian membandingkan perubahan jumlah pohon tempat tinggal semut dengan jenis pohon lain di Lewa Wildlife Conservasy di Kenya pada tahun 2003 dan 2008. Vegetasi pohon tanpa semut berkurang, sedangkan vegetas pohon yang ditinggali semut nyaris tak berubah."Semut ternyata memainkan peran besar dalam menjaga ekosistem dengan menjaga stabilitas jumlah pohon," kata Palmer. Jika semut bisa bertindak sebagai penjaga pohon di hutan,seharusnya semut juga bisa dipakai untuk menjaga tanamanpertanian sehingga konflik antara manusia dan gajah bisa berkurang. Sumber: Discovery News Foto: Doc/stock.xchng
dikutip dari national geograpic Indonesia
Berdasarkan hasil percobaan, Todd Palmer dari University of Florida dan Jacob Goheen dari University of Wyoming menarik kesimpulan kalau para petani bisa menggunakan semut untuk menghalau gajah masuk dan merusak lahan pertanian. Ide Palmer dan Goheen itu muncul saat meneliti pola makan gajah di savana di Kenya. Mereka mendapati ada anomali pada pola makan gajah. Mamalia besar itu memakan hampir semua yang ada di depan mereka, kecuali 1 jenis pohon Acacia drepanolobiom yang dikerubungi semut. Palmer dan Goheen membuat beberapa percobaan untuk mengetahui penyebab gajah melewati pohon itu. Pohonnya atau semutnya? Mereka memberibeberapa gajah empat ranting. Dua ranting dari pohon yang jadimakanan favorit gajah, Acacia mellifera--satu ranting bersih dari semut, satu lagi dikerubungi semut. Dua ranting lainnya berasal dari pohon Acacia drepanolobiom yang menjadi rumah semut. Ketika diberikan kepada gajah, satu ranting dibersihkan dari semut, sedangkan satu lagi tetap bersemut. Ternyata, gajah tetap memakan ranting Acacia drepanolobiom selahap mereka memakan pohonfavorit mereka. Dengan catatan, tidak ada semut di ranting itu. Gajah tidak mau memakan ranting yang bersemut meskipun ranting itu berasal dari pohon favorit mereka."Mereka menghindari ranting bersemut itu seperti anak kecil menghindar ketika diberi brokoli," jelas Palmer kepada Discovery News. Melalui pengamatan selanjutnya,para peneliti mengetahui kalau bagian dalam belalai gajah sangat sensitif. Ketika gajah mencoba memakan ranting pohon yang dikerubungi semut, belalainya bisa diserang sekolonisemut. Para peneliti kemudian membandingkan perubahan jumlah pohon tempat tinggal semut dengan jenis pohon lain di Lewa Wildlife Conservasy di Kenya pada tahun 2003 dan 2008. Vegetasi pohon tanpa semut berkurang, sedangkan vegetas pohon yang ditinggali semut nyaris tak berubah."Semut ternyata memainkan peran besar dalam menjaga ekosistem dengan menjaga stabilitas jumlah pohon," kata Palmer. Jika semut bisa bertindak sebagai penjaga pohon di hutan,seharusnya semut juga bisa dipakai untuk menjaga tanamanpertanian sehingga konflik antara manusia dan gajah bisa berkurang. Sumber: Discovery News Foto: Doc/stock.xchng
dikutip dari national geograpic Indonesia
Senin, 23 Mei 2011
burung pelikan
Belajar dari burung pelikan
Burung pelikan menjadi simbol pengorbanan karena ujung paruh mereka yang berwarna merah. Bila ibu pelikan tidak dapat mencari makanan untuk anaknya, ia akan menusukkan paruhnya ke dalam tembolok/dadanya dan memberikan darahnya sendiri untuk anak-anaknya. Seperti salah satu gambar yang ada di gereja St.Antonius Kotabaru. Itu sebabnya pula mengapa lambang tongkat Uskup Agung Semarang berupa induk burung pelikan. Mari kita senantiasa rela berkurban dengan tulus hati bagi sesama kita.
-siGal-
Burung pelikan menjadi simbol pengorbanan karena ujung paruh mereka yang berwarna merah. Bila ibu pelikan tidak dapat mencari makanan untuk anaknya, ia akan menusukkan paruhnya ke dalam tembolok/dadanya dan memberikan darahnya sendiri untuk anak-anaknya. Seperti salah satu gambar yang ada di gereja St.Antonius Kotabaru. Itu sebabnya pula mengapa lambang tongkat Uskup Agung Semarang berupa induk burung pelikan. Mari kita senantiasa rela berkurban dengan tulus hati bagi sesama kita.
-siGal-
Langganan:
Postingan (Atom)
